Semangat Para Guru....
Semangat dalam mendidik anak-anak bangsa. Mengajar dengan hati, untuk menjalankan tugas karena panggilan jiwa nan suci
Jadilah matahari yang tak pernah lelah menyinari
Jadilah air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah
Memberi kesejukan bagi setiap jengkal yang dilewati
Jadilah udara yang selalu memberi kehidupan
Tak pernah minta imbalan
Anak didik kita adalah aset masa depan
Masa depan bangsa yang penuh harapan
Merekalah
Investasi kita yang selalu mengalir tak pernah berhenti
Bahkan sebelum dan sesudah kita mati
Percayalah
Seperti percayamu kepada terbitnya matahari esok hari
Percayalah....percayalah....
Merekahlah investasi abadi....
Friday, February 22, 2019
Kumpulan Puisi Anak
Jadikan Sampah Berarti
Created by Kibty
Kawan, semua orang sungguh tahu
Semua orang sungguh merasakan
Berapa bayi yang merintih sedih
Berapa anak yang mengaduh perih
Berapa orang tergeletak merintih menahan kesakitan
Barapa jiwa melayang tak tertolongkan
Karena sampah yang kau lempar seperti buih
Mengundang sejuta calon pembunuh
Lihatlah sampah bertumpuk menggunung, kawan
Di selokan pasar, di sungai, dan di ujung taman
Serta menumpuk di sela-sela jalan
Atas tindak kita yang hilang puji
Sudah hilang akal hati nurani
Hingga hidup tak mau peduli
Bukankah lingkungan perlu dikasihani?
Tidakkah kau sadar kawan
Sampah yang kau buang sembarangan
Mengundang penyakit dan kuman
Bersikaplah yang bijak dan budiman
Membuang sampah di tempat yang tersediakan
Penyakit kan hilang tersisihkan
Jauh dari demam berdarah mematikan
Jauh dari malaria yang mengerikan
Semua sehat terselamatkan
Kawan mari berjanji pada diri sendiri
Tanamkan rasa peduli di hati
Peduli sampah tuk jaga diri
Jadikan sampah menjadi berarti
Daur ulang itulah satu solusi
Hidup kan nyaman dan sehat, penyakit terjauhi
Hemat Air
Created by Kibty
Panas mentari menyengat
Tubuhku penuh keringat
Segera kuteguk segelas air putih
seketika tubuhku kembali pulih
Kawan
bukankah kau pernah merasa
haus begitu menyiksa
tubuhmu lemah tak berdaya
begitu air kau teguk
tubuhmu kembali berdiri tegak
Tapi kawan
Mengapa kran di sana
Sering kau biarkan terbuka
Tetes demi tetes terbuang percuma
Kau gunakan air semena-mena
Air menjadi tak tersisa
Tidakkah kau sadar
Betapa sengsaranya tanpa dia
Bahkan dunia gelap gulita tanpanya
Tanpa dia tak ada PLTA
Kawan air sumber kehidupan kita
Bagi semua makhluk di dunia
hematlah penggunaannnya
agar lestari keberadaannya
Mari berhemat bersama
Agar hidup lebih bermakna
Bukan Pajangan
Created by Kibty
Lambaian pucuk cemara
menyambut kehadiranku
Tersenyum menghembuskan sejuknya bayu
Terasa sejuk semilir di
sela-sela langkahku
Kicau burung menambah cerianya hatiku
Kaki kecilku berlarian menuju kelas idamanku
Pagi ini alam begitu ramah menyapaku
Dengan gembira dan suka cita menghantar belajarku
Aku tengok sudut kecil lorong sekolah dari depan
Nampak sejuk pemandangan taman penuh tumbuhan
Keakraban dan kebersamaan dengan teman-teman
Menyatu dengan kenyamanan lingkungan yang terbersihkan
Aku bersyukur,
kutelah diijinkan Tuhan
Belajar di
sekolah yang berjejer rapi pohon di depan
Slogan-slogan tertata rapi, menyapaku bergantian
Kedamaian pun
selalu kurasakan
Semangatku berpacu
pada mimipi-mimpi indah masa depan
Namun, tiba-tiba langkahku terpaku
Pada sebuah sudut nan ada di depan pintu
Potongan-potongan kertas bekas berserakan tak menentu
Sampah-sampah berserakan tak karuan
Tangan-tangan nakal tanpa sadar buang sampah sembarangan
Penuhi kotoran merusak pemandangan dan keindahan
Kawan, mengapa teganya kau mengotori
Mengapa tak juga kau mengerti
Lingkungan bersih, kini kau nodai
Mengapa tak jua kau peduli
Pada lingkungan yang semula asri
Kini telah kau kotori
Sadarlah wahai kawan
Slogan kebersihan bukan hanya untuk pajangan
Menjaga kebersihan berarti menjaga kesehatan
Peduli lingkungan sejuta jiwa terselamatkan
Hemat Listrik
Created by Kibty
Kakekku bercerita
Dulu tak ada listrik menyala
Hanya lampu ublik kecil adanya
Menerangi hanya sekedarnya
Jalan-jalan gelap gulita
Hanya saat purnama tiba
Anak-anak bisa bermain gembira
Kini, di mana-mana terang
Di desa maupun di kota
Semua terang benderang
Anak-anak bisa belajar tenang
Bisa bermain meski malam datang
Namun banyak orang lupa
Gunakan listrik semaunya
Menghamburkan listrik yang tak berguna
Tanpa berpikir sungguh sulit mendapatkannya
Wahai kawan
Gunakan listrik sehematnya
matikan listrik yang tak berguna
jangan kau sia-siakan
jangan kau hambur-hamburkan
ingatlah listrik bisa musnah
tanpa listrik hidup hampa
dunia gelap gulita, kehidupan sengsara
lestarikan keberadaannya
agar cerialah dunia
bahagia kehidupan makluk hidup semuanya
Subscribe to:
Comments (Atom)
Puisi Anak
Not Young Again
Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...
-
Persahabatan Pada umumnya orang memiliki hewan peliharaan. Bahkan hewan peliharaan tersebut bisa menjadi binatang ke...
-
Gara-Gara Ketoprak Siang itu aku pergi kuliah naik sepeda motor. Suasana saat itu sangat panas. Tenggorokanku rasanya sudah mulai ke...
-
RESUME MATERI KE-3 BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7 SENIN, 30 MARET 2020 Materi : MEMBANGUN BRANDING MELALUI BLOG DAN...








