Gara-Gara Ketoprak
Siang itu aku pergi kuliah naik sepeda motor. Suasana saat
itu sangat panas. Tenggorokanku rasanya sudah mulai kering dan aku tak dapat
menahan haus. Kulihat di pinggir jalan banyak warung yang berjualan makanan.
Aku pun membelokkan sepedaku, menuju salah satu warung yang ada di situ. Segera
aku memesan minuman kepada pemilik warung.
“Prakk…! Aduh… bajuku! Gimana ini?”
Tiba-tiba sepiring ketoprak yang dibawa seorang pemuda, tumpah di tempat dudukku.
Sontak aku kaget. Pemuda itu minta maaf,
tapi aku tidak mempedulikannya. Karena rasanya kesal sekali, masak mau kuliah bajuku kotor begitu. Mau balik ke rumah tidak
mungkin. Terpaksa aku kuliah dengan pakaian kotor . Dalam hati rasanya masih
kesal, gara-gara ketoprak aku harus menanggung malu, karena kuliah dengan
pakaian kotor.
Aku segera masuk ke ruang
kuliah. Untuk menyembunyikan bajuku yang
kotor, aku pun ambil duduk di bangku paling belakang. Aku cari-cari tempat
duduk yang kosong, ternyata sudah penuh. Tiba-tiba seorang pemuda berdiri, dan memberikan tempat
duduknya kepadaku. Aku pun segera duduk. Aku baru tersadar, ternyata yang
memberiku tempat duduk adalah orang yang menumpahkan ketoprak di bajuku.
Singkat cerita, akhirnya kami pun jadi sepasang kekasih.
Kibtiyani,
SDN Turi 2 Blitar

No comments:
Post a Comment