Sunday, March 29, 2020

LATIHAN MENULIS PENTIGRAF_2


Gara-Gara Ketoprak

Siang itu aku pergi kuliah naik sepeda motor. Suasana saat itu sangat panas. Tenggorokanku rasanya sudah mulai kering dan aku tak dapat menahan haus. Kulihat di pinggir jalan banyak warung yang berjualan makanan. Aku pun membelokkan sepedaku, menuju salah satu warung yang ada di situ. Segera aku memesan minuman kepada pemilik warung.
            “Prakk…! Aduh… bajuku! Gimana ini?” Tiba-tiba sepiring ketoprak yang dibawa seorang pemuda, tumpah di tempat dudukku. Sontak aku kaget.  Pemuda itu minta maaf, tapi aku tidak mempedulikannya. Karena rasanya kesal sekali, masak mau kuliah  bajuku kotor begitu. Mau balik ke rumah tidak mungkin. Terpaksa aku kuliah dengan pakaian kotor . Dalam hati rasanya masih kesal, gara-gara ketoprak aku harus menanggung malu, karena kuliah dengan pakaian kotor.
            Aku segera masuk ke ruang kuliah.  Untuk menyembunyikan bajuku yang kotor, aku pun ambil duduk di bangku paling belakang. Aku cari-cari tempat duduk yang kosong, ternyata sudah penuh. Tiba-tiba seorang  pemuda berdiri, dan memberikan tempat duduknya kepadaku. Aku pun segera duduk. Aku baru tersadar, ternyata yang memberiku tempat duduk adalah orang yang menumpahkan ketoprak di bajuku. Singkat cerita, akhirnya kami pun jadi sepasang kekasih.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Blitar

No comments:

Post a Comment

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...