Sunday, March 29, 2020

RESUME PENTIGRAF


RESUME CERPEN TIGA PARAGRAF (PENTIGRAF)

Hari ini Sabtu, tanggal 28 Maret 2020. Materi kedua “Belajar Menulis Gelombang 7 diisi oleh Bunda Rosiana Febriyanti. Materinya semakin menyenangkan, karena masih baru bagi saya. Bersyukur rasanya bisa memiliki kesempatan untuk belajar bersama orang-orang hebat di sini.
Secara rinci materi yang disampaiakn oleh Ibu Rosiana adalah sebagai beriku.
1.      Pentigraf adalah akronim dari cerpen tiga paragraf (alinea). Bukan tiga paragraf yang datar, melainkan ada kesimpulan di akhirnya, bahkan dibumbui dengan akhir yang manis atau menyedihkan.
2.  Menurut DR. Tengsoe Tjahjono, penggagas pentigraf, yang kemudian disebut sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, cerpen tiga paragraf ini merupakan cerita yang utuh. Pentigraf termasuk fiksi mini yang hanya dibatasi 3 paragraf.
3. Ciri-cirinya pentigraf:
1.    Panjang tulisan adalah 3 paragraf
2.    Satu paragraf hanya memiliki satu gagasan pokok.
3.    Secara teknis penulisan di komputer: satu paragraf satu kali ENTER.
4.    Sebagai cerpen, pentigraf memiliki ciri-ciri narasi, yaitu:
A. Alur (ada konfliknya)
B. Tokoh (yang menggerakkan alur)
C. Topik (persoalan yg dialami tokoh)
D. Latar (waktu, tempat, dan suasana)
3.      PROSES KREATIF
Ide bisa diperoleh dari mana saja, terlebih dari pengalaman pribadi. Ide tersebut tidak dituangkan mentah-mentah seperti curahan hati atau menulis berita. Ide dikelola menjadi sebuah cerita baru yang menarik dalam kemasan dan bahasanya. Pentigraf boleh diawali dengan memunculkan konflik atau solusi atau pengenalan karakter tokoh. Endingnya pun beraneka macam. Ada yang membahagiakan, ada yang menyedihkan, ada pula yang twist atau memberikan kejutan.
4.    Dialog dalam pentigraf diminimalkan, diubah dalam bentuk narasi atau deskripsi. Namun, dialog diperlukan juga sebagai bumbu agar cerita tidak hambar sebagai kejutan tak terduga bagi pembaca.
5.    Menurut Dr. Tengsoe, paragraf jangan terlalu panjang dan jangan terlalu banyak percakapan. Dalam paragraf maksimal hanya satu kalimat langsung. Panjang pentigraf sekitar 210 kata. Kalimat langsung pada paragraf kedua cukup satu saja.
6.     Intinya, jangan panjang-panjang, ringkas saja.
7.                     Yang perlu diperhatikan dalam menulis pentigraf adalah keringkasan. Dalam flash fiction termasuk pentigraf adalah  meringkas sebuah cerita ke dalam sebuah kotak kecil yang imut dan menarik hati.

STRUKTUR CERITA
8.                               Struktur sebuah pentigraf adalah permulaan, tengah, dan penutup. Setiap bagian ini isilah dengan pembeda. Kisah harus terus bergerak maju lengkap dengan konfilk dan resolusi.
9.                       Paragraf kedua berisi alur, di dalamnya konflik yang dialami tokohnya. Hanya adasatu kalimat langsung. Dialog lainnya dinarasikan saja.
Paragraf ketiga berupa resolusi atau kesimpulan. Ada twist di akhir kisah. Ini bumbu rahasia Anda. Di paragraf terakhir buatlah kesimpulan yang menarik dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pembaca. Ada twist atau kejutan di akhir kisah, inilah bumbu rahasia Anda. Ada kejutan yang tidak terduga. Hal ini bisa membuat orang ingin membaca lagi dari awal.
1             
              Materi selanjutnya adalah Penggunaan ejaan yang benar.Dalam menulis harus memperhatikan ejaan yang baik dan benar
1                 
                     Setelah penyampaian materi, Bu Rosiana membuka sesi Tanya jawab danta peserta untuk mencoba menulis pentigraf.
Kesimpulan isi Tanya jawab sebagai berikut.
a.    Perbedaan cerita untuk orang dewasa dengan anak-anak adalah Untuk cerita yang lebih dewasa menggunakan bahasa yang kompleks. Selain itu, dari segi alur cerita juga mempunyai perbedaan. Sedangkan alur cerita anak lebih sederhana. Biasanya, alur cerita anak memunculkan konflik yang kecil dan sederhana pula.
b.    Setiap penulis memang biasanya memiliki ciri khasnya sendiri dalam membuat sebuah cerita. Dengan berlatih lebih banyak maka anda akan menemukan cara yang tepat dalam menulis cerita. Intinya harus sering berlatih.
c.    Dalam menulis paragarf tidak ada batasan kalimat, patokannya kalimat ringkas, minim dialog, hanya ada patokan jumlah paragraf harus 3.
d.    Konflik ada di paragraf kedua. Di sini bisa kita sisipkan satu kalimat langsung saja . Paragraf pertama dan kedua berupa narasi (tanpa dialog)
e.    Penulis bisa menjadikan pengalamannya sebagai ide menulis sehingga banyak pula orang mengira kalau isi cerita kisah nyata. Padahal, yang namanya cerita fiksi itu tidak murni kisah nyata.
Sambil menjawab pertanyaan,  Bu Rosiana memberikan komentar tentang pentigraf yang dibuat oleh peserta.
Rasanya semakin semangat dan bangga bisa ikut kelas ini, Alhamdulillah.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Kota Blitar Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...