Sunday, March 29, 2020

LATIHAN MENULIS PENTIGRAF_1


LATIHAN MENULIS PENTIGRAF 1


Aku Rindu Rumah-Mu

         Sejak November 2019 lalu, tiba-tiba makhluk mungil yang tak kasat mata telah dikirimkan oleh Tuhan sebagai tentara-tentara yang menyerang dan menyebar di seluruh dunia. Makhluk kecil itu tiba-tiba popular, bahkan melebihi artis dunia. Dialah yang setiap saat disebut-sebut oleh manusia di seluruh dunia, yaitu Korona. Bentuknya memang tak kasat mata, tapi siapa yang tak takut dengannya?

        Setiap daerah yang dinyatakan terpapar virus ini, dinyatakan lockdown. Bekerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah. Demikian juga di kampung Tirai Bambu, desaku. Beberapa orang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan), dan bahkan ada yang sudah meninggal akibat makhluk kecil yang bernama Korona ini. Hal ini menyebabkan di kampung ini dilarang untuk sholat di Masjid, yang sebelumnya masih boleh jamaah di masjid, tetapi dengan diberi jarak satu meter tiap jamaah dalam shof sholatnya. Hal ini menjadikan kampung Tirai Bambu ini semakin mencekam. Tak ada  yang berani keluar rumah, bahkan untuk belanja kebutuhan sehari-hari mengandalkan jasa ojek online. Gang-gang rumah yang dulu ramai dengan anak-anak bermain, kini menjadi lengang. Tak terkecuali Masjidnya, sekarang sangat sepi. Meski setiap wakttu tetap mengumandangkan adzan, namun jamaahnya sudah lengang.

           Senja ini saya mencoba duduk di teras rumah, untuk menghilangkan rasa bosan karena sudah hampir dua pekan berada di rumah. Tak terasa terdengar kumandang adzan magrib. Tak terasa air mataku menetes. “Yaa, Robb, aku rindu bersujud di rumah-Mu!” Gumamku dalam hati.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Blitar

No comments:

Post a Comment

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...