LATIHAN MENULIS PENTIGRAF 1
Aku
Rindu Rumah-Mu
Sejak
November 2019 lalu, tiba-tiba makhluk mungil yang tak kasat mata telah
dikirimkan oleh Tuhan sebagai tentara-tentara yang menyerang dan menyebar di
seluruh dunia. Makhluk kecil itu tiba-tiba popular, bahkan melebihi artis
dunia. Dialah yang setiap saat disebut-sebut oleh manusia di seluruh dunia,
yaitu Korona. Bentuknya memang tak kasat mata, tapi siapa yang tak takut dengannya?
Setiap
daerah yang dinyatakan terpapar virus ini, dinyatakan lockdown. Bekerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah.
Demikian juga di kampung Tirai Bambu, desaku. Beberapa orang dinyatakan sebagai
ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan), dan bahkan ada
yang sudah meninggal akibat makhluk kecil yang bernama Korona ini. Hal ini
menyebabkan di kampung ini dilarang untuk sholat di Masjid, yang sebelumnya
masih boleh jamaah di masjid, tetapi dengan diberi jarak satu meter tiap jamaah
dalam shof sholatnya. Hal ini menjadikan kampung Tirai Bambu ini semakin mencekam.
Tak ada yang berani keluar rumah, bahkan
untuk belanja kebutuhan sehari-hari mengandalkan jasa ojek online. Gang-gang
rumah yang dulu ramai dengan anak-anak bermain, kini menjadi lengang. Tak
terkecuali Masjidnya, sekarang sangat sepi. Meski setiap wakttu tetap
mengumandangkan adzan, namun jamaahnya sudah lengang.
Senja
ini saya mencoba duduk di teras rumah, untuk menghilangkan rasa bosan karena
sudah hampir dua pekan berada di rumah. Tak terasa terdengar kumandang adzan
magrib. Tak terasa air mataku menetes. “Yaa, Robb, aku rindu bersujud di
rumah-Mu!” Gumamku dalam hati.
Kibtiyani,
SDN Turi 2 Blitar
No comments:
Post a Comment