Wednesday, April 8, 2020

Resume Menulis Tanda Ide


RESUME KE-8
Selasa, 7 April 2020

 


            Materi malam ini adalah “Menulis Tanpa Ide”, yang dibawakan oleh Bapak Budiman Hakim. Beliau menjelaskan bahwa orang sering memanggilnya Om Bud. Malam ini moderator yang ditunjuk adalah Bapak Bambang. Tepat pukul 19.12 Pak Bambang mempersilakan Om Bud untuk menyampaikan materinya.
            Beliau menjelaskan bahwa  “MENULIS TANPA IDE” sebenernya adalah judul buku miliknya yang terbaru. Dan materi yang akan dibawakan adalah salah satu bab yang terdapat dalam buku ini. Beliau memulai dengan pertanyaan bagimana menentukan sebuah tulisan itu menarik atau tidak.  Mudah saja!
            Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya. Cara menilainya cuma dengan 1 pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak. Artinya ketika orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya.  Jadi kata kuncinya adalah ‘EMOSI’.
Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu. Sayangnya pelaksanaannya ternyata tidak semudah itu.Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide.Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block.
Nah, untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
            Caranya sangat sederhana. Caranya  tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini disebut dengan CERPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita.
            Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING.
Kalo kalian menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya  METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting.
          Ceritanya bisa macem-macem. Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa yang yang menggugah emosi kita.
Misalnya yang punya anak kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Iya kan?
Atau kita lagi naik motor terus keabisan bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke ATM. Udah jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATMnya rusak.

           Ngeselin, kan? TULISKAN! Atau kalian mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN! Terserah apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!
             Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget. Jika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya. Gak usah mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan.
Menulis itu persisi kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu.
Berikut beberapa contoh cerpenting yang pernah dtulis oleh beliau.
: CERPENTING #1
BACA BUKU LOMPAT-LOMPAT
          Sedang asyik makan Ifumi di sebuah resto kecil di Senayan City, tiba-tiba seorang perempuan datang mengagetkan saya. “Om Bud. Wah, kok bisa ketemu di sini kita,” kata Indri. Dia adalah temen saya di industri periklanan.
“Hey, Indri. Pakabar lo?” tanya saya lalu cipika-cipiki dengannya. Dengan cuek Indri langsung bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.”
“Kok bisa bilang bagus? Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.
“Belom, sih,” katanya, “Abis gue bacanya lompat-lompat.”
        Saya berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah nyelesainnya.”
“HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila lo!!!”
          Coba dibaca dulu ya cerpenting di atas ya....
Mohon dibuatakan daftar hadir online
Coba perhatikan cerita sederhana ini. Sama sekali gak penting. Lucu, kan?
Kalo mau kekinian, cerita ini bisa kita bikin versi videonya.  Maka jadilah konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll.

CERPENTING #2
PERCAKAPAN DI SEBUAH BAR
          Saat itu saya sedang berada di sebuah kafe dan duduk di bar bersama Boni. Karena home band yang main gak bagus, akhirnya kami memutuskan untuk ngobrol aja ngediskusiin band-band yang kami suka.
“Eh, Bon. Lo tau Superman is dead?” tanya saya.
Di luar dugaan Boni menjawab,
“Hah? Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni.
Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak abis mendengar omongannya.
Silakan dibaca contoh cerpenting di atas. Coba perhatikan cerpenting di atas. Gampang banget kalo mau dijadikan konten video.
Luar biasa kan manfaat cerpenting?
       Jadi mulai sekarang, setiap kalian tergugah emosinya, langsung dicatat.
Simpan di laptop. Kumpulkan dalam satu folder dan beri nama ‘SUMBER IDE’.
Setiap kali kita butuh ide untuk menulis, kita tinggal buka folder itu. Inspiratif, kan?
Kalo kita mau lebih peka terhadap apa yang terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya ada banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2. MEMANCING EMOSI
            Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide.  Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya."
Ada lagi yang kalimat yang mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu."
           Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat motivasi dengan formulasi kalimat seperti di atas.
Saking banyaknya sampe saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian?
PLAK! (Aduh nyamuk banyak banget nih).
Karena sepanjang pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide. Dan setelah saya coba tuliskan rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan formulasi kalimat-kalimat motivasi di atas.
Bunyinya begini,
           "JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU."
Persis sama kan formulasi kalimatnya? Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belom ada ide? Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.' Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!!
            Perlu saya tekankan bahwa: IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING. Persoalannya, cara mancingnya gimana? Okay saya kasih tau.
Tapi jangan bilang siapa-siapa ya? Buat kita-kita aja di group ini, nih. Hehehehe....
Caranya begini: Coba perhatikan sekeliling kalian. Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera.
           Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
           Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna. Dia seorang penulis juga. Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya. Suatu hari dia mencoba memperaktekkan metode ini. Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu.
           Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna. Dia seorang penulis juga. Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya.
Suatu hari dia mencoba memperaktekkan metode ini.
           Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu. Tapi sayangnya Kang Asep idenya lagi mandeg. Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Asep memandang ke sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya. Setelah itu dia menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
1. PRINTER
2. KERTAS
3. DINDING
4. AC
5. JAM
6. LAPTOP
Setelah itu, Asep mulai mengetik. Dia menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda tadi. Dan beginilah hasilnya :
          "PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong  yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."
          Coba dibaca dulu ya. Dan perhatikan semua benda yang dipilihnya ditulis dalam kapital.
Teman-teman sekalian. Coba perhatikan baik-baik. Asep mengaku belum punya ide untuk menulis. Tapi dia telah memiliki sebuah tulisan yang sangat bagus. Luar biasa, kan?
Satu hal yang perlu dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan INDERA PENGLIHATAN.
Baru dari mata doang. Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya.
            Padahal kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide. Misalnya kentongan satpam komplek yang sedang memukul tiang listrik,  (pendengaran) bau Indomie yang sedang dimasak oleh teman kos-kosan kita, (penciuman) rasa kopi yang ternyata sudah kadaluwarsa, (pengecapan)
rasa jijik ketika seekor kecoak berjalan di atas kaki kita (perabaan)
           Dan masih banyak lagi. Apa yang dilakukan Asep Herna di atas tentunya dapat dilakukan oleh kita semua. Meskipun belom punya ide. Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software WORDS. Taruh jemari kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide untuk ditulis. Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang.
           Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik. Silakan kalian memperaktekkan metode ini.  Kalo bisa semua mencoba ya? Karena sebuah metode sulit dipahami kalo gak dipraktekin. Setelah Asep mencoba ide tersebut, saya juga langsung ikut mempraktekannya
Masak yg bikin malah gak nyoba? Aneh banget dong... Seperti Asep, saya memandang ke sekeliling saya.
          Kemudian saya pilih 6 benda yang tertangkap pancaindera. Kalo bisa pilih 6 benda. Itu jumlah yang ideal. Kalo kurang takutnya kedikitan. Kalo lebih ntar kita kebingungan sendiri karena kebanyakan. Dan benda-benda yang saya pilih adalah
Sepatu tua
Kasur
kulkas
Pintu
handuk
Pancuran
           Tanpa membutuhkan waktu lama, mungkin cuma beberapa menit, terciptalah tulisan sebagai berikut ini:
               Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.
“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.
“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I HATE YOU!!!!!!”””
Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….
Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.
Kita seperti lagi melakukan permainan 6 kata. Situasinya fun tapi berpotensi menjelma menjadi tulisan yang berkualitas master piece. Okay teman-teman, seperti saya bilang di atas bahwa materi ini hanyalah bab bagian dari buku saya yang berjudul ’Menulis Tanpa Ide’

Strategi apa yang harus disiapkan oleh penulis:
          Ada banyak variasinya. Kita bisa memakai kalimat aktif, kalimat pasif. Kita bisa memakai simbol atau metafora. Tugas berat dalam penulisa ilmiah adalah bagaimana pembaca gak bosen. Dan variasi2 di ataslah caranya. Pilih dulu topik apa yang harus kita tulis. Saran saya pilih topik yang paling kita kuasai. Jangan sok pinter menuliskan fiksi ilmiah padahal kita kurang memahami masalahnya. Pembaca akan kecewa dan bisa jadi kita dibully habis2an.
         Kalo nulis gak usah pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu aja sampe selesai. Apakah jadinya 1 halaman atau 100 halaman....itu gak masalah. Yang penting apa yang ada di dalam hati kita telah terekspresikan sepenuhnya.
Agar tulisan kita menarik : Banyak. Misalnya kita bisa memakai kutipan orang lain. Kita bisa memasukkan humor ke salah satu adegan cerita yang sesuai dengan konteksnya. Dan macam-macam lagi.
           Bagaimana mengubah hal remeh yg terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang menarik, Kalo cerita remeh tersebut ternyata bisa bikin kita terharu, sedih atau ngakak, pas kita tuliskan pasti jadinya menarik. Karena cerita yang bagus adalah yg menggugah emosi. Jadi emosinya udah ada. Kita tinggal menuliskannya doang.
            Bagaimana mengubah hal remeh yg terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang menarik Kalo cerita remeh tersebut ternyata bisa bikin kita terharu, sedih atau ngakak, pas kita tuliskan pasti jadinya menarik. Karena cerita yang bagus adalah yg menggugah emosi. Jadi emosinya udah ada. Kita tinggal menuliskannya doang. Menulis itu bukan untuk menyenangkan orang lain. Menulis itu adalah untuk menyenangkan diri sendiri. Kalo orang ternyata suka ya anggap aja itu bonus. Kalau di cerpen ada twist dan di stand up comedy ada roasting.    
           Dicerpenting apakah sama ? Itu cuma metode aja. Kalo ternyata kita menemukan twist yang bagus silakan dipake. Kalo kita merasa itu gak membuat tulisan kita jadi bagus ya lupakan. Dalam penulisan gak usah dipikirin rumus-rumus. Karena menulis itu masalah imajinasi. Dan imajinasi itu selalu ngacak tanpa ada rumusnya.
Mancing ide cukup dengan 2 metode di atas saja. 1. Memanfaatkan emosi. 2, Memancing dengan 6 benda.
           Tulisan harus disesuaikan dengan karakter kita. Biasanya kita suka tergugah emosinya padah hal seperti apa? Pokoknya kalo kita tergugah emosinya ya tuliskan! Soal jadinya lucu, sedih, ngeseli, menghibur, marah...biarkan aja jadinya seperti apa. Pokoknya emosinya terdapat di dalamnya. Dalam menulis sebuah buku ada tema besar dengan konfliknya. Namun dalam setiap bab harus ada konflik turunan/konflik yang lebih kecil namun berintegrasi denga topik besarnya. Itu yang membuat buku kita bagus karena kaya dimensi. Kalo saya, setiap dapet emotional moment selalu saya tulis di HP.
           Di aplikasi Notes Samsung. Nanti kalo udah di rumah saya pindahin ke laptop dan gabungkan dalam folder 'GUDANG IDE'. Semua saya kumpulin di sana.
Om Bud menyimpulkan Kemauan lebih powerfull ketimbang ide. Pointnya bukan keuda2nya. Point adalah bahwa kita sebagai manusia harus mempunyai creative attitude. Bahwa setiap hal-hal kecil yg kita tangkap selalu membuat kita terpicu untuk menuliskannya. Dalam penulisan kita akan memasuki dua ruangan. Yang satu ruang imajinasi. Yg lain ruang editing. Yg pertama harus kita masuki adalah ruang imajinasi. Di sini kita harus berimajinasi sebebas2nya. Lupakan tata bahasa, lupakan norma dan lupakan nilai2 apapun. Setelah cerita selesai ditulis barulah kita masuki ruang editing. Di sinilah semua tata bahasa dan nilai-nilai tadi kita masukkan. Di sinilah hati nurani menjadi sensor kita.
           Ide itu harus dipancing, apakah seperti memancing ikan, semakin bagus empan pancingannya, kecenderungan semakin bagus hasilnya? nulis kisah nyata, bolehkah disisipkan cerpenting dan memancing emosi Boleh dong. Salah satu fungsi cerpenting memang untuk diselipkan di sudut-sudut buku kita. Itu adalah cara memaksa pembaca untuk membaca sampe habis. Karena cerpenting kan sangat menghibur. Seperti intermezo lah kira2 Melatih diksi itu masalah jam terbang. Harus latian pelan-pelan. Misalnya ada kalimat "Kau baluri lukaku dengan doa." Itu diksi yang keren, kan? Seharusnya kan membaluri luka dengan salep. Lalu didoakan supaya sembuh. Jadi kita bisa menggunakan kata yang tidak biasa dengan menggunaka kata kerja dari subyek yang berbeda,
                 Jangan lupa pada masuk ke website thewriters.id ya buat sarana latihan kalian. Nanti saya respon di ruang komen. Pesan Om Bud….

Latihan Cerpenting: Kibtiyani
Kata yang terlintas mala mini:
Ø      Laptop
Ø      Lampu
Ø      Segelas Air Kelapa Muda
Ø      Om Bud
Ø      6 kata
Ø      Dispenser

          Malam ini usai sholat isya’ segera kubuka LAPTOP. Aku tak ingin ketinggalan materi malam ini. Karena sudah beberapa hari ini saya tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran karena kesehatanku yang kurang baik. Malam ini saya merasa sudah sehat dan ingin mengikuti materi ini dengan baik. Dan benar saja materi ini sangat menarik bagi saya. Materi yang disampaikan oleh Om Bud kali ini memang unik.
          Pertama aku membaca judulnya merasa aneh. Mana mungkin sih menulis kok tanpa ide. Mungkin dari sinilah yang membuat buku ini menarik dan unik.
Setelah aku ikuti dengan seksama, ooo ternyata seperti itu yang dimaksud. Bahwa dalam menulis, tulis saja apa yang kita lihat, dengar, rasakan secara spontan. Jangan menunda. Dari situlah maka ide akan mengalir begitu saja. Jadi, nulis dulu baru akan ketemu ide.     
         Wow…memang benar juga. Contohnya saja saat ini, begitu aku dapat materi ini, diminta untuk menulis 6 kata di sekitar kita, dan aku tulis, eee…idenya mengalir begitu saja. Meski mungkin ceritanya tidak menarik. Karena kurang latihan. Seperti Om Bud bilang juga, bahwa menulis itu memang perlu banyak latihan. Makanya aku harus pe-de aja. Namanya juga masih belajar.
        Yaap, tiba-tiba LAMPU redup. Mungkin voltasenya turun. Untuklah cuma sebentar, kemudian normal lagi. Syukurlah aku bisa lanjutin ikut diskusi dengan Om Bud malam ini. Waah, rasanya letih juga. Haus banget. O…iya, ada SEGELAS AIR KELAPA MUDA, yang sejak tadi menemani aku dalam menyimak materi OM BUD yang materi keren banget. Aku terkesan banget dengan trik “6 KATA”-nya. Ternyata benar, saya nulis ini saja mengalir begitu saja. Biarlah meski nggak nurut aturan, yang penting nulis.
         Setelah selesai menyimak belajar bersama Om Bud, segera aku tutup laptopku. Sebelum istirahat aku menuju dapur mengambil gelas dan mengambil segelas air di “DISPENSER”, karena ingin minum air hangat  sebelum tidur. Hitung-hitung agar tidak dehidrasi dan menjaga stamina dengan minum air hangat.

Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif

Monday, April 6, 2020

Resume: Langkah-Langkah Menulis Buku


RESUME
Minggu, 19.00-21.00
Langkah-Langkah Menulis Buku.

Pemateri : Bapak Akbar Zaenudin
Materi hari ini disampaikan oleh : Bapak Akbar Zaenudin. Beliau meminta untuk mengunjungi link YouTubenya. Beliau meminta agar melihat dulu, sehingga nanti bisa lebih banyak berinteraksi.
Isi  video tersebut adalah langkah-langkah menulis buku. Beliau menyampaikan 6 langkah menulis buku dengan singkatan  T-o-J-T-R-P
T
Tema
Bahwa setiap  buku pasti memiliki tema besar. Tema ini ada baik untuk buku fiksi maupun non fiksi. Tema adalah gambaran yang akan kita tulis.tema akan menjadi benang merah dari keseluruhan tulisan kita.
Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
O
Outline: inilah yang akan membuat buku kita selesai
Daftar Isi adalah gambaran besar buku kita akan seperti apa. Daftar isi ditentukan dari awal, bukan mengalie begitu saja.
Daftar isi akan berguna:
1.    Daftar isi akan menjadi gambaran besar tulisan kita/ buku kita sperti apa.
2.    Membuat kita akan selalu pada rel yang kita tentukan. Apabila melenceng sedikit tidak apa-apa, tapi akan segera kembali kepada relnya lagi.sehingga benang merah dari buku yang kita inginkan bisa tercapai.kalau tidak ada daftar isi tulisannya bisa ke mana-mana. Daftar isi membuat buku kita bisa selesai. Daftar isi juga memudahkan kita membuat jadwal. Misalnya ada 30 judul, maka kapan nulis artikel satu dengan artikel yang lain sehingga buku kita selesai. Namun kalau tidak ada daftar isi, kita tidak punya pijakan, tidak punya panduan, mau buat jadwal seperti apa, target seperti apa, karena kita tidak tahu, larinya cerita, tulisan kita itu ke mana, kita tak punya rel. Daftar isi tidak. Daftar isi tidak bisa diremehkan, karena akan menentukan buku kita selesai atau tidak.
Gunanya outline:
1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4. Agar bukunya selesai.
J
Jadwal
Jadwal inilah rahasianya yang menentukan buku ini selesai atau tidak. Kita sering nulis, daftar isi sudah ada, tapi tidak membuat jadwal. Jadwal ini adalah sebuah perencanaan.Misalnya daftar isi kita ada 30 artikel. Kalau kita punya 30 artikel, maka setiap artikel itu diberi jadwal, berapa lama artikel itu harus ditulis.Jika setiap artikel selesai satu minggu, maka artikel itu harus selesai 30 minggu. Tapi kalai kita mau buku ini selesai sesuai apa yang kita inginkan, maka buatlah jadwal.
Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
T
Tuliskan
Maka kita harus disiplin dengan jadwal apa yang akan kita tentukan. Ini tidak mudah, karena kalau kita ingin menulis itu tantangannya banyak. Malaslah, atau datanya belum ada, atau bingung mau nulis apa. Maka disiplin akan menentukan apakah menulis sesuai jadwal atau tidak. Kalau kita jadwalkan seminggu, maka upyakan seminggu itu selesai.maka kerja keras dan berusaha untuk turuti jadwal kita itu.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.
Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
R
Revisi
Rvisi dilakukan jika semua draft tulisan selesai. Yang sering terjadi kita terpaku pada satu artikel. Yang sering terjadi kota ingin satu artikel itu sempurna, sehingga dibolak-balik, hanya mengerjakan satu artikel.apalagi kita tidak punta jadwal dan kita terpaku satu artikel, akhirnya judul-judul lain/ artikel-artikel lain yang seharusnya daftar isi yang sudah kita tulis itu terlewaykan.
Revisi setidaknya ada 4 yaitu 1) data dan informasi, 2) tata bahasa, 3) gaya tulisan antara judul  yang satu dengan yang lain itu harus diselaraskan,  4) judul; judul itu yang menarik, sederhana. Buatlah judul yang menarik,  membuat orang lain ingin tahu dan ingin membaca.
P
Penerbit
Serahkan kepada penerbit. Penerbit akan menerima jika naskah kita sudah jadi. Jadi selesaikan dulu naskah kita, baru kita serahkan kepada penerbit.
Setiap penerbit memiliki aturan yang berbeda-beda dalam penerimaan naskah. Coba hubingi penerbit, syaratnya apa yang harus dipenuhi oleh penerbit.
Apa yang menadi pertimbangan penerbit?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?
Apakah perlu membayar kepada penerbit?

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk
Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.
Harus punya jawabannya.


             Kesimpulannya bahwa langkah-langkah menulis itu ada 6, yaitu  Tema, Outline, Jadwal, Tuliskan, Revisi, dan Penerbit disingkat TOJTRP.
Di akhir tayangan video tersebut Bapak Akbar mengenalkan buku “UKTUB” yang berisi materi-materi  tentang bagimana menulis, yang ditulis oleh beliau. UKTUB Panduan Lengkap dalam Menulis 180 Hari. Isinya mulai dari bagaimana menuangkan ide, membuat outline, menulis, merevisi, dan juga mengirimkannnya kepada penerbit. Yang pingin pesan dapat mengirim WA Nomor: 085711956118.
Sebelum menyampaikan materi dalam Grup Menulis Gelombang 7 Bapak Akbar memperkanalkan diri.
Belia, Bapak Akbar Zainudin, adalah Penulis buku Man Jadda Wajada. Berkat Man Jadda Wajada ini Beliau  bisa keliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu yang belum; PAPUA. Harapn Beliau setelah hari Raya bisa mengunjungi Papua.  Beliau  menulis sejak SMA saat di Gontor. Dilanjutkan pada saat mahasiswa.  Menulis buku pertama tahun 2008, yang diterbitkan Gramedia, Man Jadda Wajada. Hingga sekarang, sudah  13 buku ditulis. Hampir semua tentang motivasi.
Setelah penyampaikan materi dilanjutkan diskusi. Hasil diskusi bersama Bapak Akbar, dapat dirangkum sbb.
1: Cara membuat tulisan yang menarik?
Jam terbang dan latihan terus menerus. Contohnya Om Jay dan Bapak Akbar sudahlatihan berpuluh-puluh tahun. Hampir tiap hari menulis. Bahkan mulai dari setingkat kelas 2 SMP sudah mulai belajar menulis. Jadi, hampir 30 tahun tidak berhenti menulis. Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang. Intinya harus banyak-banyak berlatih.
Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit. Nanti tau-tau tulisan kita sudah bagus, tau-tau kita sudah punya naskah buku, tau-tau buku kita terbit. Happy writing.
2 : outline/ struktur daftar isi  untuk naskah fiksi dan non fiksi
Naskah Non Fiksi:
1. Opening/Pendahuluan. Berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan.
2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick).
3. Kesimpulan dan Penutup.
Kalau FIKSI;
1. Tokoh
2. Karakter Tiap Tokoh
3. Alur atau plot Cerita
4. Klimaks dan Ending Cerita
3. Menulis harus Fokus satu Tema.
Fokus pada TEMA tertentu akan membuat branding jelas. Boleh 2-3 tema, tetapi yang terkait. Kalau kita ingin dilihat sebagai ahli pendidikan, menulislah selalu tentang pendidikan. Kalau saya, adalah motivasi dan pengembangan diri, maka hampir semua tulisan saya tentang motivasi dan pengembangan diri. Misalnya Bapak Akbar sebenarnya ada basic tentang agama dan pemasaran. Namun demikian, kalau tidak terkait dengan motivasi dan pengembangan diri, maka beliau tidak tuliskan.
4. Cara menumbuhkan semangat untuk menulis
Kalau mau disiplin, dimulai dari pembiasaan. Buat jadwal menulis secara teratur, sekitar 30-60 menit setiap hari. Misalnya  menulis sebelum subuh sampai kira-kira jam 5.30 setiap hari. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam. Yang penting, konsisten SETIAP HARI. Dan, mulai hari ini, hilangkan kata tapi. Kalau masih ada kata tapi, masih jauh berarti.
5. Batasan tipis tebalnya suatu buku yg dpt diterbitkan
Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman. Kalau diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer.
6. Bunga rampai atau antologi tulisan.
Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema. Kalau saya sarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada satu tema tertentu. Tujuannya apa, biar pembaca menangkap maksud buku secara keseluruhan.
7. Tulis sesuai Jadwal
Kalau sudah punya jadwal, kan kita sudah tahu target menulisnya misalnya satu minggu satu artikel. Kalau di tengah jalan ada terpikir mau menulis satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar. Fokuslah pada target. Daftar isi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan pemikiran kita. Jadwalnya juga bisa menyesuaikan kalau ada pemikiran lain. Intinya, boleh menulis tulisan lain asal jadwal yang sudah kita buat tetap bisa kita jalankan.
8. Cara kita untuk meyakinkan penerbit agar buku kita bisa d terbitkan.
Judul yang Menarik. 1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian" Dan sebagainya.
2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul. Contoh: MAN JADDA WAJADA:The Art of Excellent Life
Yakinkan buku kita akan laku. Buatlah gambaran siapa yang akan beli buku kita dan berapa banyak yang kira-kira akan terjual. Sodorokan apa yang akan kita lakukan untuk membantu proses pemasaran buku.
9. Alasan tertolaknya buku
Naskahnya kurang lengkap. Setelah lengkap, akan diterima. Standar penerbitan di Indonesia Gramedia Grup. Setelah buku saya diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah buku saya, bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Kalau tulisan kita bagus, akan diterima.
10. kendala yang besar bagi penulis pemula dalam menulis.
Kendala utamanya adalah MALAS. Coba bisa melawan rasa malas, pasti sudah terbit bukunya. Boleh dicoba, lawan rasa malas, terus belatih, pasti tulisan kita akan jauh lebih baik setahun mendatang. Berlatihnya SETIAP HARI.
11. Outline itu gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Boleh berubah. Yang penting, jadwal penulisannya ikut diubah juga. Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja dan mulailah menulis. Kalaupun ada perubahan di tengah menulis, tidak apa-apa, yang penting sudah ada outline awalnya.
12. Menulis Buku Mengikuti Zaman
Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu. Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan. Ada juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Terma-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.
13. Naskah Ynag Tidak Diterima Penerbit
Ada yang dikembalikan, ada yang tidak. Tetapi semuanya akan diberitahu baik lewat email ataupun telepon. Kalau naskah ditolak, diperbaiki saja. Lalu kirimkan ke penerbit yang sama atau ke penerbit lain. Ada satu naskah saya ditolak, saya perbaiki, lalu saya kirim ke penerbit lain, alhamdulillah diterima.  Pertimbangan utama, biasanya penerbit melihat tidak cukup segmen pembelinya. Artinya secara bisnis tidak menguntungkan. Atau, pembacanya ada, tetapi naskah kita dirasa tidak cukup menarik pembaca untuk membeli. Pertimbangan penerbit yang paling utama adalah bisnis; bukunya laku atau tidak.
14. Cerpen, temanya tidak harus satu. Boleh kumpulan cerpen. Tetap harus buat outline biar cerpennya bisa bervariasi. Tidak monoton hanya satu cerita. Outline juga penting buat jadwal dan target.
15. Menulis itu; Yang paling dikuasai dan  yang paling disenangi
Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress. Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non fiksi. Yang penting kita senang menulisnya. Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap. Kalau buku yang bersifat umum, hasil penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang dengan bahasa yang populer.
Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa masuk, jangan dipaksakan.
16. Judul buku biasanya 3 kata. Kalau kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul.
17. Tugas editor kalau ada yang kurang menarik, diganti. Beberapa judul  disesuaikan oleh penerbit. Kita ikuti saja. Bahkan beberapa judul artikel ada yang minta dibuang, diubah, atau ditambahkan, kita ikuti saja.
18. Kiat-kiat menghilangkan rasa malas saat kita ingin menulis.
a)    Buat target
b)    Buat jadwal harian jam berapa menulis
c)    Jangan menunda
d)    Paksakan
19. Kalau mau menulis sesuai idealisme, cari penerbit yang memang juga idealis. Menerbitkan memang untuk menyebarkan gagasan. Namun demikian, biasanya bukan penerbit besar. Kalau penerbit besar, memang harus kompromi dengan keinginan pasar. Atau, diterbitkan sendiri.
20. Menulis itu memang butuh mentor.
Beliau menjelaskan, “Dari dulu, saya punya mentor menulis. Guru saya. Di pesantren. Selalu menyemangati saya untuk menulis. Dulu, menulisnya di majalah dinding dan majalah siswa. Pas mau buat buku, ada beberapa mentor saya untuk menulis buku. Silakan cari mentornya.”
Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus banyak membaca kalau ingin tulisannya bagus. Dengan banyak membaca, kita bisa lebih banyak perbendaharaan kata.
21. Di akhir pertemuan Bapak Akbar memberikan motivasi
Terus berlatih menulis, menulis, dan menulis. Berdisiplin saja setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadi buku.
Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif

Monday, March 30, 2020

Menulis 3 Alenia_Gudeg


MENULIS 3 ALENIA


       Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba

             Yogya…yaaap! Kota indah yang syarat budaya.  Ada kenangan yang terselip di sana. Alun-alunnya, rasanya masih terasa sejuk hembusan pepohonannya. Masjidnya yang khas, keratonnya yang indah, malioboro yang eksotik, Pasar Beringharjo yang sarat akan kekhasanan Yogya, dan seniman yang lalu-lalang memperjuangkan kelestarian budayanya, sapa ramah penduduknya yang terlihat santun dan berbudaya…. Semua  terasa seakan kumasih di sana.
           Rasanya  jadi kangen sama Yogya. Setelah 12 tahun yang lalu aku pernah menghirup udaranya  yang sejuk  selama hampir satu tahun. Karena aku tugas belajar, Pendidikan  Sertifikasi di USD (Universitas Sanata Dharma). Apalagi aku kangen dengan makanan khasnya, “gudeg”. Makanan khas Yogya yang sudah termashur. Selain enak harganya pun murah dan terjangkau semua lapisan masyarakat. Sayur gudeg ini dilengkapi dengan telur rebus, krecek, kerupuk rambak, ayam goreng, dan sambel. Rasanya pun begitu khas, pedas, gurih, dan agak manis. “Waah…, kapan ya, aku bisa ke Yogya lagi? Aku kangen dengan warung “California” .  Gudegnya yang paling enak di warung  yang pemiliknya bernama Bu Yuni, itu, hmmm!”
              “Tok…tok…. tok!” Terdengar pintu rumahku di ketuk orang, membuyarkan lamunanku. Bergegas aku membuka pintu. Ternyata tetanggaku membawakan aku sepiring nasi dengan sayur gudeg. Wajahku jadi berbinar. “Waaah…, pucuk dicinta ulam pun tiba”. Sorakku dalam hati, setelah mengucapkan terimakasih kepada tetanggaku.

Penulis : Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar

RESUME MATERI KE-3



RESUME MATERI KE-3

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
SENIN, 30 MARET 2020
Materi                : MEMBANGUN BRANDING MELALUI BLOG DAN MEDSOS
Narasumber       : Namin AB Ibnu Solihin
                             Founder motivatorpendidikan.com

Pertemuan ke-3 Belajar menulis Gelombang 7 ini dimulai pukul 19.00 WIB -21.00 WIB, seperti pertemuan sebelumnya. Narasumber kali ini  adalah Bapak Namin AB Ibnu Solihin Founder motivatorpendidikan.com dengan Materi “Membangun Branding Melalui Blog dan Medsos” .Seperti pertemuan sebelumnya kelas dimulai oleh Om Jay, setelah dipersilahkan oleh Omjay , Pak Namin kemudian menyampaikan Materi.
Beliau mengawali dengan salam dan perkenalan. Belia memperkenalkan diri dengan mengeshare profil beliau yang bisa diakses melalui link  :
https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/
Pak Namin juga menyampaikan bahwa materi juga bisa diakses melalui link :
https:/www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos
Nara Sumber menyampaikan bahwa untuk Membangun Branding memang tidak mudah namun jika kita memiliki niat dan minat yang kuat, maka akan terasa mudah. Pesan-pesan beliau dalam pemaparan materi dapat saya rangkum sebagai berikut
*      Membangun Branding harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki.
*      Membangun Branding tertentu harus punya ilmunya.
*      Membangun Branding melalui Blog juga harus yang sesuai  dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.
*      Konten Blog harus konsisten agar Branding kita sukses.
Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan Tanya jawab, berdiskusi dan sharing pengalaman. Banyak dari peserta yang bertanya dan termotivasi ,sharing Pak Namin lalu menanggapinya satu persatu. Hasil diskusi dapat saya simpulkan sebagai berikut:
*      Membangun branding lewat Blog dan medsos itu harus memiliki ciri khas.
*      Isi blog hendaklah hal yang bermanfaat, juga yang kita sukai, dan sedang diminati oleh pembaca.a
*      Untuk memiliki Blog menarik tips yang bisa dilakukan yaitu:
·         Banyak baca buku
·         Belajar desain grafis
·         Hadirkan template yang mudah dan tidak berat
·         Blognya harus informative
 ·            Pedukan video, gambar dan tulisan
·  Rajinlah membaca blog orang lain yang mungkin akan menambah pengetahuan dan menjadi inspirasi bagi kita. Jadi follower kebaikan dan bisa mencontoh blog-blog yang keren
·            Bahasa dalam blog tidak harus ilmiah.
·            Sebaiknya blog, satu sajaagar Branding Blog dapat terbangun dengan baik.
·            Bagi blogger pemula cari blog yang gratis dahulu, apabila sudah mahir dan brandingnya sudah dikenal, barulah membuat blog yang berbayar.
·            Buatlah keyword setiap postingan tag, label. Keyword diusahakan kata yang sering muncul dalam artikel
    
Di penghujung pertemuan Pak Namin memberi motivasi dan semangat kepada peserta untuk rajin menulis di blog dan membangun branding. Setelah ditutup, kemudian Om Jay membuat tugas untuk membuat Resume yang harus dikirim ke e_mail beliau dan memposting ke Blog masing-masing.


KIBTIYANI
SDN Turi 2 Kota Blitar

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...