MENULIS
3 ALENIA
Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba
Yogya…yaaap! Kota indah yang syarat budaya. Ada kenangan yang terselip di sana. Alun-alunnya,
rasanya masih terasa sejuk hembusan pepohonannya. Masjidnya yang khas,
keratonnya yang indah, malioboro yang eksotik, Pasar Beringharjo yang sarat akan kekhasanan
Yogya, dan seniman yang lalu-lalang memperjuangkan kelestarian budayanya, sapa
ramah penduduknya yang terlihat santun dan berbudaya…. Semua terasa seakan kumasih di sana.
Rasanya jadi kangen sama Yogya. Setelah 12 tahun yang
lalu aku pernah menghirup udaranya yang
sejuk selama hampir satu tahun. Karena aku
tugas belajar, Pendidikan Sertifikasi di
USD (Universitas Sanata Dharma). Apalagi aku kangen dengan makanan khasnya, “gudeg”. Makanan khas Yogya
yang sudah termashur. Selain enak harganya pun murah dan terjangkau semua lapisan
masyarakat. Sayur gudeg ini dilengkapi dengan telur rebus, krecek, kerupuk
rambak, ayam goreng, dan sambel. Rasanya pun begitu khas, pedas, gurih, dan agak
manis. “Waah…, kapan ya, aku bisa ke Yogya lagi? Aku kangen dengan warung “California” . Gudegnya yang paling enak di warung yang pemiliknya bernama Bu Yuni, itu, hmmm!”
“Tok…tok…. tok!” Terdengar pintu
rumahku di ketuk orang, membuyarkan lamunanku. Bergegas aku membuka pintu. Ternyata
tetanggaku membawakan aku sepiring nasi dengan sayur gudeg. Wajahku jadi
berbinar. “Waaah…, pucuk dicinta ulam pun tiba”. Sorakku dalam hati, setelah
mengucapkan terimakasih kepada tetanggaku.
Penulis : Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar

No comments:
Post a Comment