Monday, April 6, 2020

Resume: Langkah-Langkah Menulis Buku


RESUME
Minggu, 19.00-21.00
Langkah-Langkah Menulis Buku.

Pemateri : Bapak Akbar Zaenudin
Materi hari ini disampaikan oleh : Bapak Akbar Zaenudin. Beliau meminta untuk mengunjungi link YouTubenya. Beliau meminta agar melihat dulu, sehingga nanti bisa lebih banyak berinteraksi.
Isi  video tersebut adalah langkah-langkah menulis buku. Beliau menyampaikan 6 langkah menulis buku dengan singkatan  T-o-J-T-R-P
T
Tema
Bahwa setiap  buku pasti memiliki tema besar. Tema ini ada baik untuk buku fiksi maupun non fiksi. Tema adalah gambaran yang akan kita tulis.tema akan menjadi benang merah dari keseluruhan tulisan kita.
Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
O
Outline: inilah yang akan membuat buku kita selesai
Daftar Isi adalah gambaran besar buku kita akan seperti apa. Daftar isi ditentukan dari awal, bukan mengalie begitu saja.
Daftar isi akan berguna:
1.    Daftar isi akan menjadi gambaran besar tulisan kita/ buku kita sperti apa.
2.    Membuat kita akan selalu pada rel yang kita tentukan. Apabila melenceng sedikit tidak apa-apa, tapi akan segera kembali kepada relnya lagi.sehingga benang merah dari buku yang kita inginkan bisa tercapai.kalau tidak ada daftar isi tulisannya bisa ke mana-mana. Daftar isi membuat buku kita bisa selesai. Daftar isi juga memudahkan kita membuat jadwal. Misalnya ada 30 judul, maka kapan nulis artikel satu dengan artikel yang lain sehingga buku kita selesai. Namun kalau tidak ada daftar isi, kita tidak punya pijakan, tidak punya panduan, mau buat jadwal seperti apa, target seperti apa, karena kita tidak tahu, larinya cerita, tulisan kita itu ke mana, kita tak punya rel. Daftar isi tidak. Daftar isi tidak bisa diremehkan, karena akan menentukan buku kita selesai atau tidak.
Gunanya outline:
1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4. Agar bukunya selesai.
J
Jadwal
Jadwal inilah rahasianya yang menentukan buku ini selesai atau tidak. Kita sering nulis, daftar isi sudah ada, tapi tidak membuat jadwal. Jadwal ini adalah sebuah perencanaan.Misalnya daftar isi kita ada 30 artikel. Kalau kita punya 30 artikel, maka setiap artikel itu diberi jadwal, berapa lama artikel itu harus ditulis.Jika setiap artikel selesai satu minggu, maka artikel itu harus selesai 30 minggu. Tapi kalai kita mau buku ini selesai sesuai apa yang kita inginkan, maka buatlah jadwal.
Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
T
Tuliskan
Maka kita harus disiplin dengan jadwal apa yang akan kita tentukan. Ini tidak mudah, karena kalau kita ingin menulis itu tantangannya banyak. Malaslah, atau datanya belum ada, atau bingung mau nulis apa. Maka disiplin akan menentukan apakah menulis sesuai jadwal atau tidak. Kalau kita jadwalkan seminggu, maka upyakan seminggu itu selesai.maka kerja keras dan berusaha untuk turuti jadwal kita itu.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.
Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
R
Revisi
Rvisi dilakukan jika semua draft tulisan selesai. Yang sering terjadi kita terpaku pada satu artikel. Yang sering terjadi kota ingin satu artikel itu sempurna, sehingga dibolak-balik, hanya mengerjakan satu artikel.apalagi kita tidak punta jadwal dan kita terpaku satu artikel, akhirnya judul-judul lain/ artikel-artikel lain yang seharusnya daftar isi yang sudah kita tulis itu terlewaykan.
Revisi setidaknya ada 4 yaitu 1) data dan informasi, 2) tata bahasa, 3) gaya tulisan antara judul  yang satu dengan yang lain itu harus diselaraskan,  4) judul; judul itu yang menarik, sederhana. Buatlah judul yang menarik,  membuat orang lain ingin tahu dan ingin membaca.
P
Penerbit
Serahkan kepada penerbit. Penerbit akan menerima jika naskah kita sudah jadi. Jadi selesaikan dulu naskah kita, baru kita serahkan kepada penerbit.
Setiap penerbit memiliki aturan yang berbeda-beda dalam penerimaan naskah. Coba hubingi penerbit, syaratnya apa yang harus dipenuhi oleh penerbit.
Apa yang menadi pertimbangan penerbit?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?
Apakah perlu membayar kepada penerbit?

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk
Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.
Harus punya jawabannya.


             Kesimpulannya bahwa langkah-langkah menulis itu ada 6, yaitu  Tema, Outline, Jadwal, Tuliskan, Revisi, dan Penerbit disingkat TOJTRP.
Di akhir tayangan video tersebut Bapak Akbar mengenalkan buku “UKTUB” yang berisi materi-materi  tentang bagimana menulis, yang ditulis oleh beliau. UKTUB Panduan Lengkap dalam Menulis 180 Hari. Isinya mulai dari bagaimana menuangkan ide, membuat outline, menulis, merevisi, dan juga mengirimkannnya kepada penerbit. Yang pingin pesan dapat mengirim WA Nomor: 085711956118.
Sebelum menyampaikan materi dalam Grup Menulis Gelombang 7 Bapak Akbar memperkanalkan diri.
Belia, Bapak Akbar Zainudin, adalah Penulis buku Man Jadda Wajada. Berkat Man Jadda Wajada ini Beliau  bisa keliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu yang belum; PAPUA. Harapn Beliau setelah hari Raya bisa mengunjungi Papua.  Beliau  menulis sejak SMA saat di Gontor. Dilanjutkan pada saat mahasiswa.  Menulis buku pertama tahun 2008, yang diterbitkan Gramedia, Man Jadda Wajada. Hingga sekarang, sudah  13 buku ditulis. Hampir semua tentang motivasi.
Setelah penyampaikan materi dilanjutkan diskusi. Hasil diskusi bersama Bapak Akbar, dapat dirangkum sbb.
1: Cara membuat tulisan yang menarik?
Jam terbang dan latihan terus menerus. Contohnya Om Jay dan Bapak Akbar sudahlatihan berpuluh-puluh tahun. Hampir tiap hari menulis. Bahkan mulai dari setingkat kelas 2 SMP sudah mulai belajar menulis. Jadi, hampir 30 tahun tidak berhenti menulis. Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang. Intinya harus banyak-banyak berlatih.
Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit. Nanti tau-tau tulisan kita sudah bagus, tau-tau kita sudah punya naskah buku, tau-tau buku kita terbit. Happy writing.
2 : outline/ struktur daftar isi  untuk naskah fiksi dan non fiksi
Naskah Non Fiksi:
1. Opening/Pendahuluan. Berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan.
2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick).
3. Kesimpulan dan Penutup.
Kalau FIKSI;
1. Tokoh
2. Karakter Tiap Tokoh
3. Alur atau plot Cerita
4. Klimaks dan Ending Cerita
3. Menulis harus Fokus satu Tema.
Fokus pada TEMA tertentu akan membuat branding jelas. Boleh 2-3 tema, tetapi yang terkait. Kalau kita ingin dilihat sebagai ahli pendidikan, menulislah selalu tentang pendidikan. Kalau saya, adalah motivasi dan pengembangan diri, maka hampir semua tulisan saya tentang motivasi dan pengembangan diri. Misalnya Bapak Akbar sebenarnya ada basic tentang agama dan pemasaran. Namun demikian, kalau tidak terkait dengan motivasi dan pengembangan diri, maka beliau tidak tuliskan.
4. Cara menumbuhkan semangat untuk menulis
Kalau mau disiplin, dimulai dari pembiasaan. Buat jadwal menulis secara teratur, sekitar 30-60 menit setiap hari. Misalnya  menulis sebelum subuh sampai kira-kira jam 5.30 setiap hari. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam. Yang penting, konsisten SETIAP HARI. Dan, mulai hari ini, hilangkan kata tapi. Kalau masih ada kata tapi, masih jauh berarti.
5. Batasan tipis tebalnya suatu buku yg dpt diterbitkan
Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman. Kalau diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer.
6. Bunga rampai atau antologi tulisan.
Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema. Kalau saya sarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada satu tema tertentu. Tujuannya apa, biar pembaca menangkap maksud buku secara keseluruhan.
7. Tulis sesuai Jadwal
Kalau sudah punya jadwal, kan kita sudah tahu target menulisnya misalnya satu minggu satu artikel. Kalau di tengah jalan ada terpikir mau menulis satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar. Fokuslah pada target. Daftar isi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan pemikiran kita. Jadwalnya juga bisa menyesuaikan kalau ada pemikiran lain. Intinya, boleh menulis tulisan lain asal jadwal yang sudah kita buat tetap bisa kita jalankan.
8. Cara kita untuk meyakinkan penerbit agar buku kita bisa d terbitkan.
Judul yang Menarik. 1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian" Dan sebagainya.
2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul. Contoh: MAN JADDA WAJADA:The Art of Excellent Life
Yakinkan buku kita akan laku. Buatlah gambaran siapa yang akan beli buku kita dan berapa banyak yang kira-kira akan terjual. Sodorokan apa yang akan kita lakukan untuk membantu proses pemasaran buku.
9. Alasan tertolaknya buku
Naskahnya kurang lengkap. Setelah lengkap, akan diterima. Standar penerbitan di Indonesia Gramedia Grup. Setelah buku saya diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah buku saya, bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Kalau tulisan kita bagus, akan diterima.
10. kendala yang besar bagi penulis pemula dalam menulis.
Kendala utamanya adalah MALAS. Coba bisa melawan rasa malas, pasti sudah terbit bukunya. Boleh dicoba, lawan rasa malas, terus belatih, pasti tulisan kita akan jauh lebih baik setahun mendatang. Berlatihnya SETIAP HARI.
11. Outline itu gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Boleh berubah. Yang penting, jadwal penulisannya ikut diubah juga. Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja dan mulailah menulis. Kalaupun ada perubahan di tengah menulis, tidak apa-apa, yang penting sudah ada outline awalnya.
12. Menulis Buku Mengikuti Zaman
Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu. Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan. Ada juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Terma-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.
13. Naskah Ynag Tidak Diterima Penerbit
Ada yang dikembalikan, ada yang tidak. Tetapi semuanya akan diberitahu baik lewat email ataupun telepon. Kalau naskah ditolak, diperbaiki saja. Lalu kirimkan ke penerbit yang sama atau ke penerbit lain. Ada satu naskah saya ditolak, saya perbaiki, lalu saya kirim ke penerbit lain, alhamdulillah diterima.  Pertimbangan utama, biasanya penerbit melihat tidak cukup segmen pembelinya. Artinya secara bisnis tidak menguntungkan. Atau, pembacanya ada, tetapi naskah kita dirasa tidak cukup menarik pembaca untuk membeli. Pertimbangan penerbit yang paling utama adalah bisnis; bukunya laku atau tidak.
14. Cerpen, temanya tidak harus satu. Boleh kumpulan cerpen. Tetap harus buat outline biar cerpennya bisa bervariasi. Tidak monoton hanya satu cerita. Outline juga penting buat jadwal dan target.
15. Menulis itu; Yang paling dikuasai dan  yang paling disenangi
Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress. Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non fiksi. Yang penting kita senang menulisnya. Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap. Kalau buku yang bersifat umum, hasil penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang dengan bahasa yang populer.
Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa masuk, jangan dipaksakan.
16. Judul buku biasanya 3 kata. Kalau kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul.
17. Tugas editor kalau ada yang kurang menarik, diganti. Beberapa judul  disesuaikan oleh penerbit. Kita ikuti saja. Bahkan beberapa judul artikel ada yang minta dibuang, diubah, atau ditambahkan, kita ikuti saja.
18. Kiat-kiat menghilangkan rasa malas saat kita ingin menulis.
a)    Buat target
b)    Buat jadwal harian jam berapa menulis
c)    Jangan menunda
d)    Paksakan
19. Kalau mau menulis sesuai idealisme, cari penerbit yang memang juga idealis. Menerbitkan memang untuk menyebarkan gagasan. Namun demikian, biasanya bukan penerbit besar. Kalau penerbit besar, memang harus kompromi dengan keinginan pasar. Atau, diterbitkan sendiri.
20. Menulis itu memang butuh mentor.
Beliau menjelaskan, “Dari dulu, saya punya mentor menulis. Guru saya. Di pesantren. Selalu menyemangati saya untuk menulis. Dulu, menulisnya di majalah dinding dan majalah siswa. Pas mau buat buku, ada beberapa mentor saya untuk menulis buku. Silakan cari mentornya.”
Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus banyak membaca kalau ingin tulisannya bagus. Dengan banyak membaca, kita bisa lebih banyak perbendaharaan kata.
21. Di akhir pertemuan Bapak Akbar memberikan motivasi
Terus berlatih menulis, menulis, dan menulis. Berdisiplin saja setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadi buku.
Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif

2 comments:

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...