RESUME
Minggu,
19.00-21.00
Langkah-Langkah
Menulis Buku.
Pemateri
: Bapak Akbar Zaenudin
Materi hari ini disampaikan oleh : Bapak Akbar Zaenudin.
Beliau meminta untuk mengunjungi link YouTubenya. Beliau meminta agar melihat
dulu, sehingga nanti bisa lebih banyak berinteraksi.
Isi video tersebut
adalah langkah-langkah menulis buku. Beliau menyampaikan 6 langkah menulis buku
dengan singkatan T-o-J-T-R-P
|
T
|
Tema
Bahwa
setiap buku pasti memiliki tema besar.
Tema ini ada baik untuk buku fiksi maupun non fiksi. Tema adalah gambaran
yang akan kita tulis.tema akan menjadi benang merah dari keseluruhan tulisan
kita.
Tema
akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini
satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
|
|
O
|
Outline: inilah yang akan membuat buku kita
selesai
Daftar Isi adalah gambaran
besar buku kita akan seperti apa. Daftar isi ditentukan dari awal, bukan
mengalie begitu saja.
Daftar
isi akan berguna:
1.
Daftar isi akan menjadi gambaran besar tulisan kita/
buku kita sperti apa.
2.
Membuat kita akan selalu pada rel yang kita tentukan.
Apabila melenceng sedikit tidak apa-apa, tapi akan segera kembali kepada
relnya lagi.sehingga benang merah dari buku yang kita inginkan bisa
tercapai.kalau tidak ada daftar isi tulisannya bisa ke mana-mana. Daftar isi
membuat buku kita bisa selesai. Daftar isi juga memudahkan kita membuat
jadwal. Misalnya ada 30 judul, maka kapan nulis artikel satu dengan artikel
yang lain sehingga buku kita selesai. Namun kalau tidak ada daftar isi, kita
tidak punya pijakan, tidak punya panduan, mau buat jadwal seperti apa, target
seperti apa, karena kita tidak tahu, larinya cerita, tulisan kita itu ke
mana, kita tak punya rel. Daftar isi tidak. Daftar isi tidak bisa diremehkan,
karena akan menentukan buku kita selesai atau tidak.
Gunanya
outline:
1.
Agar tulisan kita terarah.
2.
Bisa buat jadwal dan target.
3.
Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4.
Agar bukunya selesai.
|
|
J
|
Jadwal
Jadwal
inilah rahasianya yang menentukan buku ini selesai atau tidak. Kita sering
nulis, daftar isi sudah ada, tapi tidak membuat jadwal. Jadwal ini adalah
sebuah perencanaan.Misalnya daftar isi kita ada 30 artikel. Kalau kita punya
30 artikel, maka setiap artikel itu diberi jadwal, berapa lama artikel itu
harus ditulis.Jika setiap artikel selesai satu minggu, maka artikel itu harus
selesai 30 minggu. Tapi kalai kita mau buku ini selesai sesuai apa yang kita
inginkan, maka buatlah jadwal.
Dengan
kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan
mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
|
|
T
|
Tuliskan
Maka
kita harus disiplin dengan jadwal apa yang akan kita tentukan. Ini tidak
mudah, karena kalau kita ingin menulis itu tantangannya banyak. Malaslah,
atau datanya belum ada, atau bingung mau nulis apa. Maka disiplin akan
menentukan apakah menulis sesuai jadwal atau tidak. Kalau kita jadwalkan
seminggu, maka upyakan seminggu itu selesai.maka kerja keras dan berusaha
untuk turuti jadwal kita itu.
Di
sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita
akan selesai atau tidak.
Tulis
dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu
tulisan sampai sempurna.
|
|
R
|
Revisi
Rvisi
dilakukan jika semua draft tulisan selesai. Yang sering terjadi kita terpaku
pada satu artikel. Yang sering terjadi kota ingin satu artikel itu sempurna,
sehingga dibolak-balik, hanya mengerjakan satu artikel.apalagi kita tidak
punta jadwal dan kita terpaku satu artikel, akhirnya judul-judul lain/
artikel-artikel lain yang seharusnya daftar isi yang sudah kita tulis itu
terlewaykan.
Revisi
setidaknya ada 4 yaitu 1) data dan informasi, 2) tata bahasa, 3) gaya tulisan
antara judul yang satu dengan yang
lain itu harus diselaraskan, 4) judul;
judul itu yang menarik, sederhana. Buatlah judul yang menarik, membuat orang lain ingin tahu dan ingin
membaca.
|
|
P
|
Penerbit
Serahkan
kepada penerbit. Penerbit akan menerima jika naskah kita sudah jadi. Jadi
selesaikan dulu naskah kita, baru kita serahkan kepada penerbit.
Setiap
penerbit memiliki aturan yang berbeda-beda dalam penerimaan naskah. Coba
hubingi penerbit, syaratnya apa yang harus dipenuhi oleh penerbit.
Apa
yang menadi pertimbangan penerbit?
Paling
utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat
pembaca.
Apakah
pembaca butuh buku kita?
Siapa
yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku
kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin
besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin
besar.
Karena
itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan
siapa yang kira-kira akan baca.
Hal
kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa
kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita
harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi
pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga,
pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu
pemasaran buku?
Apakah
perlu membayar kepada penerbit?
Kita
tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI.
Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.
Bagaimana
cara mengirim naskah?
1.
Naskah harus sudah jadi.
2.
Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash
Disk
Berapa
lama?
Kabar
diterima atau tidak sekitar 3 bulan.
Harus
punya jawabannya.
|
Kesimpulannya bahwa
langkah-langkah menulis itu ada 6, yaitu
Tema, Outline, Jadwal, Tuliskan, Revisi, dan Penerbit disingkat TOJTRP.
Di akhir
tayangan video tersebut Bapak Akbar mengenalkan buku “UKTUB” yang berisi
materi-materi tentang bagimana menulis,
yang ditulis oleh beliau. UKTUB Panduan Lengkap dalam Menulis 180 Hari. Isinya
mulai dari bagaimana menuangkan ide, membuat outline, menulis, merevisi, dan
juga mengirimkannnya kepada penerbit. Yang pingin pesan dapat mengirim WA
Nomor: 085711956118.
Sebelum menyampaikan materi dalam Grup Menulis Gelombang
7 Bapak Akbar memperkanalkan diri.
Belia, Bapak Akbar Zainudin, adalah Penulis buku Man
Jadda Wajada. Berkat Man Jadda Wajada ini Beliau bisa keliling ke-33 Provinsi di Indonesia.
Satu yang belum; PAPUA. Harapn Beliau setelah hari Raya bisa mengunjungi
Papua. Beliau menulis sejak SMA saat di Gontor. Dilanjutkan
pada saat mahasiswa. Menulis buku
pertama tahun 2008, yang diterbitkan Gramedia, Man Jadda Wajada. Hingga
sekarang, sudah 13 buku ditulis. Hampir
semua tentang motivasi.
Setelah penyampaikan materi dilanjutkan diskusi. Hasil
diskusi bersama Bapak Akbar, dapat dirangkum sbb.
1:
Cara membuat tulisan yang menarik?
Jam terbang dan latihan terus menerus. Contohnya Om Jay
dan Bapak Akbar sudahlatihan berpuluh-puluh tahun. Hampir tiap hari menulis. Bahkan
mulai dari setingkat kelas 2 SMP sudah mulai belajar menulis. Jadi, hampir 30
tahun tidak berhenti menulis. Menulis adalah keterampilan. Semakin sering
dilatih, akan semakin enak dibaca orang. Intinya harus banyak-banyak berlatih.
Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit. Nanti tau-tau
tulisan kita sudah bagus, tau-tau kita sudah punya naskah buku, tau-tau buku
kita terbit. Happy writing.
2
: outline/ struktur daftar isi untuk
naskah fiksi dan non fiksi
Naskah Non Fiksi:
1. Opening/Pendahuluan. Berisi latar belakang, tujuan dan
juga maksud penulisan.
2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa
aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick).
3. Kesimpulan dan Penutup.
Kalau FIKSI;
1. Tokoh
2. Karakter Tiap Tokoh
3. Alur atau plot Cerita
4. Klimaks dan Ending Cerita
3.
Menulis harus Fokus satu Tema.
Fokus pada TEMA tertentu akan membuat branding jelas. Boleh
2-3 tema, tetapi yang terkait. Kalau kita ingin dilihat sebagai ahli
pendidikan, menulislah selalu tentang pendidikan. Kalau saya, adalah motivasi
dan pengembangan diri, maka hampir semua tulisan saya tentang motivasi dan
pengembangan diri. Misalnya Bapak Akbar sebenarnya ada basic tentang agama dan
pemasaran. Namun demikian, kalau tidak terkait dengan motivasi dan pengembangan
diri, maka beliau tidak tuliskan.
4.
Cara menumbuhkan
semangat untuk menulis
Kalau mau disiplin, dimulai dari pembiasaan. Buat jadwal
menulis secara teratur, sekitar 30-60 menit setiap hari. Misalnya menulis sebelum subuh sampai kira-kira jam
5.30 setiap hari. Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk
menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam. Yang penting,
konsisten SETIAP HARI. Dan, mulai hari ini, hilangkan kata tapi. Kalau masih
ada kata tapi, masih jauh berarti.
5.
Batasan tipis tebalnya suatu buku yg dpt diterbitkan
Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman
minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman. Kalau diukur dari karakter,
sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer.
6.
Bunga rampai atau antologi tulisan.
Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema. Kalau saya
sarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap
mengacu pada satu tema tertentu. Tujuannya apa, biar pembaca menangkap maksud
buku secara keseluruhan.
7.
Tulis sesuai Jadwal
Kalau sudah punya jadwal, kan kita sudah tahu target
menulisnya misalnya satu minggu satu artikel. Kalau di tengah jalan ada
terpikir mau menulis satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting,
jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar. Fokuslah pada target.
Daftar isi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan pemikiran kita. Jadwalnya
juga bisa menyesuaikan kalau ada pemikiran lain. Intinya, boleh menulis tulisan
lain asal jadwal yang sudah kita buat tetap bisa kita jalankan.
8.
Cara kita untuk meyakinkan
penerbit agar buku kita bisa d terbitkan.
Judul yang Menarik. 1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses
Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif. Misalnya: "Kamu
Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian" Dan sebagainya.
2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat
Judul, kalau banyak, untuk sub judul. Contoh: MAN JADDA WAJADA:The Art of
Excellent Life
Yakinkan buku kita akan laku. Buatlah gambaran siapa yang
akan beli buku kita dan berapa banyak yang kira-kira akan terjual. Sodorokan
apa yang akan kita lakukan untuk membantu proses pemasaran buku.
9. Alasan
tertolaknya buku
Naskahnya kurang lengkap. Setelah lengkap, akan diterima.
Standar penerbitan di Indonesia Gramedia Grup. Setelah buku saya
diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah buku saya,
bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Kalau tulisan kita
bagus, akan diterima.
10.
kendala yang besar bagi penulis pemula dalam menulis.
Kendala utamanya adalah MALAS. Coba bisa melawan rasa
malas, pasti sudah terbit bukunya. Boleh dicoba, lawan rasa malas, terus
belatih, pasti tulisan kita akan jauh lebih baik setahun mendatang. Berlatihnya
SETIAP HARI.
11. Outline itu gambaran dasar. Jadi sangat
memungkinkan untuk berubah. Boleh berubah. Yang penting, jadwal penulisannya
ikut diubah juga. Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan
dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan
semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja
dan mulailah menulis. Kalaupun ada perubahan di tengah menulis, tidak apa-apa,
yang penting sudah ada outline awalnya.
12. Menulis
Buku Mengikuti Zaman
Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu.
Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan. Ada
juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku
referensi, motivasi, how to, dan sebagainya. Terma-tema ini bisa ditulis kapan
saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis
tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.
13.
Naskah Ynag Tidak Diterima Penerbit
Ada yang dikembalikan, ada yang tidak. Tetapi semuanya
akan diberitahu baik lewat email ataupun telepon. Kalau naskah ditolak,
diperbaiki saja. Lalu kirimkan ke penerbit yang sama atau ke penerbit lain. Ada
satu naskah saya ditolak, saya perbaiki, lalu saya kirim ke penerbit lain,
alhamdulillah diterima. Pertimbangan
utama, biasanya penerbit melihat tidak cukup segmen pembelinya. Artinya secara
bisnis tidak menguntungkan. Atau, pembacanya ada, tetapi naskah kita dirasa
tidak cukup menarik pembaca untuk membeli. Pertimbangan penerbit yang paling
utama adalah bisnis; bukunya laku atau tidak.
14.
Cerpen, temanya tidak harus satu. Boleh kumpulan cerpen. Tetap
harus buat outline biar cerpennya bisa bervariasi. Tidak monoton hanya satu
cerita. Outline juga penting buat jadwal dan target.
15.
Menulis itu; Yang paling dikuasai dan
yang paling disenangi
Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan.
Jangan dibuat stress. Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non
fiksi. Yang penting kita senang menulisnya. Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku
yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan
sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap. Kalau buku yang bersifat umum, hasil
penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang
dengan bahasa yang populer.
Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai
penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama
yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa
masuk, jangan dipaksakan.
16. Judul buku biasanya 3 kata. Kalau
kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul.
17. Tugas editor kalau ada yang kurang
menarik, diganti. Beberapa judul disesuaikan oleh penerbit. Kita ikuti saja.
Bahkan beberapa judul artikel ada yang minta dibuang, diubah, atau ditambahkan,
kita ikuti saja.
18. Kiat-kiat
menghilangkan rasa malas saat kita ingin menulis.
a) Buat
target
b) Buat
jadwal harian jam berapa menulis
c) Jangan
menunda
d) Paksakan
19. Kalau
mau menulis sesuai idealisme, cari penerbit yang memang juga idealis.
Menerbitkan memang untuk menyebarkan gagasan. Namun demikian, biasanya bukan penerbit
besar. Kalau penerbit besar, memang harus kompromi dengan keinginan pasar.
Atau, diterbitkan sendiri.
20.
Menulis itu memang butuh mentor.
Beliau menjelaskan, “Dari dulu, saya punya mentor
menulis. Guru saya. Di pesantren. Selalu menyemangati saya untuk menulis. Dulu,
menulisnya di majalah dinding dan majalah siswa. Pas mau buat buku, ada
beberapa mentor saya untuk menulis buku. Silakan cari mentornya.”
Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa
dipisahkan. Harus banyak membaca kalau ingin tulisannya bagus. Dengan banyak
membaca, kita bisa lebih banyak perbendaharaan kata.
21. Di akhir pertemuan Bapak Akbar memberikan motivasi
Terus berlatih menulis, menulis, dan menulis. Berdisiplin
saja setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan
tau-tau jadi buku.
Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif
Wah, keren nih pakai tabel. Semangat ya Bu.
ReplyDeleteMakasih Bu. Biar lebih mudah ingatnya Bu....
Delete