Wednesday, July 28, 2021

Berbuatlah yang Terbaik dan Jangan Tunda Berbuat Baik

 

                                   Sebelum Menyesal

           Jika ingin berbuat baik, segeralah laksanakan niat tersebut. Karena kalau kita menunda, pastilah kebaikan tersebut juga akan tertunda dan mungkin akan tidak terlaksana sama sekali.  Karena suasana hati seseorang akan  berubah-ubah. Kalau kita tunda, maka kemungkinan besar kita gagal melaksanakannya. Mungkin karena bisikan setan sangat lihai dalam membalikkkan hati manusia. Setan akan berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan niat2 baik manusia. 

        Sahabat...., Jika ingin berbuat sesuatu untuk orang lain, lakukan yang terbaik, seakan-akan perbuatan itu adalah perbuatan yang terakhir yang kita bisa lakukan untuk orang tersebut. Agar kita tidak merasa menyesal selamanya. 

         Sahabat, ada pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Suatu saat, ada teman yang sangat baik kepada saya. Namun ketika saya dimintai pertolongan, menolak dengan berbagai alasan, yang sebenarnya alasan tersebut bisa kita atasi. Tapi kita bersikeras untuk menolak membantunya. Padahal bisa, seharusnya. Terlalu banyak perhitungan dan banyak alasan yang sebenarnya tidak perlu. Ya Allah, ternyata tak berapa lama, orang tersebut dipanggil_Nya. Ya Robb, rasanya sangat menyesal dengan perbuatan saya dulu. Mengapa saat itu saya harus menolak dan banyak alasan untuk tidak membantunya? Padahal harusnya itu hal yang tak sulit jika saya mau mengabulkan permintaannya.

        Sekarang hanya Rasa bersalah dan penyesalan saja yang ada. Sungguh ini adalah pengalaman yang sangat berharga buat saya, Pelajaran berharga: "Berbuatlah Yang Terbaik Untuk Siapa Saja dan Jangan Tunda Sedikit Pun Jika ada Keinginan Untuk Berbuat Baik" agar kita tak menyesal nantinya!

            


Sunday, July 25, 2021

Kami Memang Tidak Menggelar Sholat Iedul Adha di Masjid Ini, Tapi Kami Mendirikan Sholat Iedul Adha, di Masjid Ini

Iedul Adha Syahdu 

Allahu Akabar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laailaha illallahu Allahu  Akbar, Allahu Akbar Walillahilham...

Takbir berkumandang ribuan kali malam itu

Suasana syahdu menyelimuti suasana di Masjid malam itu. Kami bertahmid, bertakbir,  mengagungkan Asma Allah dengan penuh haru. Dalam hati kecilku bertanya, benarkan besok pagi di sini tak ada sholat Ied?

Yaaa Robb, rasanya hati ini berteriak histeris, Yaa Robb, benarkah di Masjid ini besok tak ada sholat Iedul Adha, sungguh...rasanya hati ini berontak, hati ini teriris... Pandemi covid19 ini sungguh, membuat kita sering merintih, sekaligus berteriak meski hanya dalam hati. Mata ini rasanya tak ingin sama sekali membaca tulisan di gerbang masjid" Berdasarkan Rapat Koordinasi Dengan Takmir Masjid, Sabtu 17 Juli 2021, Masjid ini tidak menggelar Sholat Iedul Adha". Tapi tetap saja tulisan itu terbaca juga. 

Hatiku hanya bisa berteriak......."Tiidaak mungkiiiinnnn?"

Malam itu malam Hari Raya Iedul Adha. Berkumandang takbir ribuan kali terdengar. Kami pun sholat isya' berjamaah. Usai sholat Isya' kami pun berbisik-bisik satu dengan yang lain...

"Benarkah besok di sini tidak ada sholat ied?"  Hati kami masih belum percaya dan tidak percaya dengan tulisan di gerbang masjid!

Sepulang sholat isya', rasanya sunyiiii, hanya sedikit sekali orang lalu lalang, sepiii. Apalagi lampu di jalan-jalan sudah dipadamkan, jalan-jalan jalur kota ditutup, dan dijaga polisi pula. 

Haaahhh, benar-benar lengang dan mencekam, seperti suasana perang, padahal malam ini, malam Hari Raya! Di sana sini yang banyak malah Bapak-Bapak Polisi. 

Namun, alhamdulillah di Masjid-Masjid masih bersahutan mengumandangkan takbir mengagungkan Asma Allah. Takbir berkumandang bersahutan menghalau lengang yang mencekam. Namun bagi hati-hati yang penuh iman, menambah kekusyukan, hatinya ramai berdialog dengan Allah SWT, mengagungkan Allah SWT dengan penuh hidmad, mengumandangkan "Allhu Akbar, Allhu Akbar, Allhu Akbar. Laailaha illallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar Walillahilham...... sampai pagi. 

Adzan Subuh pun berkumandang, Kami pun menuju Masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Subuh. Alhamdulillah...aku melihat sudah banyak kendaraan berjajaran di Masjid, tidak seperti biasanya, lebih banyak yang berjamaah Subuh pagi ini. 

Entah apa yang bergelut di hati kami, rasanya begitu syahdu khidmad Sholat Subuh pagi ini. Ada rasa khuatir di hati kami, bisakah kami hari ini solat Iedul Adha di sisni setelah Subuh nanti? Dalam hati kami berdoa, semoga Kami Tetap bisa Mendirikan Sholat Iedul Adha di Masjid ini!

Kami pun melaksanakan Sholat Subuh dengan khidmat. Usai sholat kami berdoa. Yaa Robb....., kami hampir semua jamaah menangis, menitikkan air mata. Yaa Robb, Sang Imam, rupanya memiliki hati yang sama seperti kami, sedih dan tak rela jika hari Raya Idul Adha ini, ditiadakan di Masjid ini! Ya..Robb, Imam Masjid mulai menangis tersedu-sedu dalam doanya. Tentu saja kami juga tak bisa menahan air mata kami, menumpahkan segala rasa yang tak karuan. Kami tak rela, jika Masjid ini tak melaksankan sholat Iedul Adha di Masjid ini! Kami memohon perlindungan, kekuatan, dan permohonan agar tetap bisa melaksanakan Sholat Iedul Adha di Masjid ini.

Subhanallah....seperti ada yang menahan tempat duduk kami, usai sholat Subuh, kami banyak yang tak  beranjak dari tempat sujud kami. Kami tetap duduk i"tikaf sambil bertakbir mengagungkan Asma Allah. Kami pun saling berbisik....."Masjid ini memang tak menggelar Sholat Iedul Adha, tapi  akan tetap Mendirikan Sholat Iedul Adha di sini"!

Masya Allah....!!!., Subhanallah ...!!!

Kami pun bertakbir, bertakbir, dan bertakbir....! Tak terasa hari telah pagi dan waktu sholat Iedul Adha pun tiba. Alhamdulillah...Allahu Akbar....Allahu Akbar...Subhanallah.....,  kami pun dapat melaksanakan dan mendirikan sholat Iedul Adha di Masjid ini! Meski tak seramai tahun sebelumnya, tapi kami sangat bersyukur....Kami dapat mendirikan sholat Iedul Adha di Masjid ini dengan penuh khusuk dan khidmat....! Penuh rasa Syurkur...!!!



Sunday, April 26, 2020

Tantangan Menulis dari OM Jay


Tantangan Menulis dari OM Jay
Hari/Tanggal     : Minggu, 26 April 2020
Penulis              : Kibtiyani
Instansi             : SDN Turi 2 Kota Blitar


Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba

         Alpukat adalah buah kesukaanku. Dibuat apa pun aku sangat suka. Dibuat es campur, es juz, atau dimakan langsung pun saya suka sekali. Bahkan teman-temanku sampai hafal, kalau makan bareng, temanku langsung pesankan minum  juz alpukat buat aku, meski aku belum minta.
        Kemaren sore aku dapat kejutan dari keponakanku. Aku dikasih satu buah alpukat . Alpukatnya besar sekali, ukuran jumbo. Baru lihat aku alpukat sebesar itu, bahkan saya harus angkat pakai dua tangan! Tentu saja aku sangat senang. Aku lagi pingin banget juz alpukat, eeh ada yang ngasih alpukat. Subhanallah. Nikmat sekali jika dibuat juz. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tapi blenderku lagi rusak.
        Ya sudahlah aku berubah pikiran. Kali ini aku pingin buat es buah alpukat. Segera kupotong-potong berbentuk dadu, kutuangkan santal kental yang sudah dimasak dan susu cair. Terakhir saya beri es batu. Begitu magrib tiba, langsung aku santap es alpukatnya. Subhanalllah, nikmat sekali. Bersyukur tak terhingga dengan rezeki keluarga kami hari ini.



Thursday, April 23, 2020

RESUME: Teknik Memasarkan Buku



Belajar Menulis Gelombang 7

Pertemuan                 : Kamis , 23 April  2020
Waktu                         : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri                    : Ibu Agus Subardana, S.E,, M.M.
Topik                          : Teknik Memasarkan Buku
Peresume                  : Kibtiyani, S.Pd.,M.Pd. (https://kibty2019.blogspot.com/)

Hasil Resume
         Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Hal ini dapat dilihat dari jenis– jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
1.    Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2.    Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini kami dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.
Strategi Pemasaran buku yang telah petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :
A.    Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara.
a.    Pemasaran buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap orang yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online melalui website dan media sosial lainya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku yang jenis katagorinya banyak maka langkah awal kita harus buat website.  Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.
Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
-          Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
-          Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
-          Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
-          Menaikan penjualan dan profit
-          Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
-          Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
-          Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen
Media Online yang dapat kita lakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, dll.

b. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

B.    Strategi pemasaran buku serangan Darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
1.    Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 
Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.
Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
-          Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
-          Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
-          Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
-          Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )
-          Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
2.  Directselling
Pemasaran Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
-          Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
-          Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
-          Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
-          Kunjungan langsung ke tiap sekolah
-          Kunjungan langsung ke setiap kampus
-          Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
-          Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.
2.    Melakukan Event – Event
      Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.

Rangkuman Sesi Tanya Jawab

1.    Penerbit Andi mempunyai website : www.andipublisher.com dan dapat langsung bertransaksi lewat website tersebut..
2.    Penerbit Andi juga bekerjasama dengan  semua marketplace termasuk tokopedia..
3.    Strategi  paling sulit adalah strategi pemasaran serangan darat dikarenakan membutuhkan waktu tenaga dan tentunya adanya follow up yang terus menerus. Sehingga keberhasilan ditentukan oleh tenaga penjual yg dipercayakan.
4.    Bagi penulis pemula... Kalau naskahnya dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya kami akan lakukan langsung memakai dua strategi pemasaran tersebut. Tapi bila penulis tersebut  menerbitkan sendiri tidak melalui Penerbit.. Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan Udara di point 2 (komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri) .
5.    Penulis mendapatkan hak Royalti 10% dari total nilai transaksi terjual. Kalau di penerbit Andi rata2 diberikan Royati per 6 bulan / Semester terhitung sejak buku telah terdistribusi dan di tandatangani perjanjian kedua pihak (antara penulis - penerbit). Penulis mendapatkan bukunya sebanyak 3 exs. Dan penulis di perbolehkan mempromosikan bukunya dan kalau penulisnya beli bukunya biasanya mendapatkan potongan 30%.
6.    Menulis buku yang laku di jual..Pertama yang Bisa ditulis adalah menulislah bidang yg dikuasai.  Kedua Kita bisa lihat di google trend produk buku apa yang laku... Di situ akan di tunjukkan tren produk buku apa yg laku di jual saat ini. Memang buku yang laku saat ini masih buku untuk Anak2..  Dan novel untuk remaja.
7.    Kemungkinan menjalin kolaborasi dgn pesaing tentunya ada. Contoh nya kami kolaborasi dgn Penerbit BPFE UGM.  Adapun syarat dan ketentuan kita harus ada titik temu dari kedua belah pihak..Dalam penerapannya kita  akan lihat dan nilai dari aspek produk nya,  potensi pasar , daya serap produk .
8.    Buku yg kami terbitkan sudah ada standar harganya,  di barcode back Viber buku sudah ada harga yg tercantum sehingga harga tidak bisa di rubah.. Kecuali ada moment promosi di toko tersebut biasanya ada mendapatkan discount tetapi harga aslinya tetap ditampilkan.
       Adapun kalau Toko tersebut di luar pulau jawa maka ada harga Zona,  sehingga harga jawa dgn harga di luar pulau bisa berbeda (contoh  harga jawa dan harga di sumatra ada perbedaan).
      Yang membedakan harga adalah setiap penerbit mempunyai hak untuk menentukan harga buku produksi... Yang di hitung dari oplah cetak nya. Semakin cetak oplahnya banyak semakin murah.  Klo oplah cetak nya sedikit semakin mahal harga buku tersebut. Sehingga ini yg menjadi perbedaan harga dari penerbit satu dgn lainnya. 
9.    Sesuai target jenis buku yg kita tuju. Serangan Darat lebih banyak menghasilkan karena langsung ketemu dgn konsumen apalagi pasar buku teks utama yg kita pasarkan. Konsumen biasanya lebih senang tatap muka langsung dan dapat melihat sampel produknya.
10.  Kekurangan serangan darat,  dibutuhkan tenaga penjual tentunya ada biaya operasional dan butuh waktu dalam follow up.
      Adapun serangan udara,  kelebihannya bisa menekan biaya operasional,  informasi produk cepat sampai ke konsumen dan promosi bisa tersebar secara masif lewat online ini. Kekurangan nya : konsumen di indonesia belum terlalu percaya atas informasi produk yg diterima,  ada rasa takut barangnya tidak sesuai dgn peranannya , konsumen masih dikenai  ongkir .
11.  supaya tulisan  layak untuk di terbitkan maka harus memperdalam lagi materi tentang cara penulisan buku.
12.  Penulis boleh memasarkan bukunya sendiri walaupun diterbitkan oleh penerbit Mayor. Penerbit justru sangat terbantu jika penulis ikut serta memasarkan bukunya dan penulis akan mendapatkan rabat dari penerbit.
13.  Gunakanlah jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas kita .

Friday, April 10, 2020

Rubrik Penilaian Latihan Bapak Imam Fitri Rahmadi


Rubrik Penilaian Latihan

Latihan 1:
Tema: virus corona
Topik: pencegahan penularan virus
Ide pengontrol: berbagai cara/metode/tips
Contoh kalimat topik yang benar:
1. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.
2. Pencegahan penularan virus corona dapat dilakukan dengan beberapa metode.
3. Perhatikan aneka tips berikut ini agar tidak tertular virus corona.

Latihan 2:
Tema: pandemi koronavirus
Topik: perubahan pola kehidupan di Indonesia
Ide pengontrol: pola (1) bersosialiasi, (2) bekerja, dan (3) belajar
Format kalimat penjelas (KP) yang benar:
Pandemi koronavirus mengubah pola orang dalam bersosialiasi, bekerja, dan belajar di Indonesia. KP 1: menjelaskan tentang perubahan pola bersosialisasi. KP 2: menjelaskan tentang perubahan pola bekerja. KP 3: menjelaskan tentang perubahan pola belajar.
Ada beberapa di antara Bapak dan Ibu sudah hampir benar menuliskan beberapa kalimat penjelas. Sayangnya, penulisan kalimat tidak urut demikian, yang mengakibatkan urutan logikanya atau logical order-nya salah sehingga mengurangi nilai koherensi paragraf. Jadi urutan kalimat penjelas harus sesuai dengan urutan ide pengontrol yang sudah ditentukan.

Latihan 3:
Mengingat ini adalah latihan bebas, maka rubrik yang bisa saya berikan hanya sebuah refleksi. Silakan Bapak dan Ibu mencermati 2 latihan sebelumnya dan mereflesikan pada paragraf bebas yang sudah ditulis. Jika paragraf tersebut sekiranya sudah memenuhi kaidah penulisan paragraf yang baik dan benar, maka latihan 3 dapat dinyatakan sudah tepat.
Saya jadi banyak belajar untuk bisa menyampaikan materi ini dengan baik. Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Apabila masih ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menuliskan di kolom komentar pada tulisan materi di blog. Semoga apa yang sudah kita bahas dapat bermanfaat. Salam sehat selalu!
Imam Fitri Rahmadi
Linz – Austria, 10 April 2020

Thursday, April 9, 2020

Resume ke-9 : Dasar Menulis


Pemandangan dari student dormitory 

RESUME  Ke-9:  Dasar Menulis: Kata, Kalimat, dan Paragraf


Assalamualaikum, Wr. Wb.

Terima kasih Mr.BamS atas waktunya dan terima kasih Omjay atas kesempatan yang diberikan.
Selamat malam waktu Indonesia dan selamat siang Waktu Austria Bapak dan Ibu peserta menulis.
Apa kabar?
Semoga senantiasa dalam keadaan sehat.
Alhamdulillah, siang ini pukul 14:00 di Austria cuacanya cerah. Seperti ini pemandangan dari student dormitory saya di lantai 11.

                Begitulah Pak Imam Fitri Rahmadi memulai pembelajaran malam ini. Beliau kemudian memperkenalkan diri. Beliau adalah dosen Universitas Pamulang yang sekarang sedang kuliah S3 di Johannes Kepler Universität Linz Austria (2019-sekarang).
                  Beliau pernah menulis 2 buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ketika masih kuliah S1 di UIN Jakarta (2018-2013). Pada penghujung kuliah S2 di Universitas Negeri Jakarta (2016), beliau  mulai tertarik untuk menekuni penulisan akademik. Pada akhirnya, ketika mulai menjadi dosen di Universitas Pamulang (2017), beliau  mengelola jurnal, menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan penulisan akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke luar negeri. [19:13, 4/9/2020]
Beliau  juga menunjukkan blognya: tigabelase.wordpress.com, yang merupakan blog yang kesekian kalinya, berisi tulisan tentang bagaimana menulis dalam konteks akademik.
Semester ini, beliau  mengambil mata kuliah Academic Writing English untuk belajar lebih lanjut tentang penulisan akademik. Beliau diminta untuk  mengisi materi yang sedikit lebih teoretis tentang dasar menulis.
            Pak Imam mulai  menyampaikan dasar menulis, meliputi: pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf.  Materi  yang ditulis untuk bisa digunakan bukan hanya untuk penulisan akademik, tetapi juga untuk penulisan personal dan formal supaya materi dapat bermanfaat bagi semua peserta pelatihan yang beragam. Beliau  menyiapkan tulisan khusus di blog berisi materi yang dimaksud:
https://tigabelase.wordpress.com/2020/04/06/dasar-menulis-kata-kalimat-dan-paragraf
Beliau  membagi sesi selama 120 menit ini menjadi 3 bagian:
1.  30 menit: membaca materi
2.  60 menit: diskusi atau tanya-jawab materi
3.  30 menit: latihan menyusun paragraph

Beliau menyampaikan cuplikan materi dari blog beliau.

Pemilihan Kata

          Perihal pilihan kata disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama.
Cermati tiga kalimat di bawah ini:
Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah
Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat.

Penulisan Kalimat

             Kalimat terdiri dari kalimat sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.
Contoh kalimat

Sederhana:
Saya membaca tulisan di blog

Gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis
kalimat.

Kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

Campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.

Penyusunan Paragraf

          Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah dipahami, susun paragraf deduktif.
           Gunakan bentuk kalimat sederhana untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.
          Kemudian beliau meminta membaca materi di blognya. Tiga puluh kemudian adalah sesi diskusi.Hasil diskusi adalah sebagai berikut.
1. Proses dan rahasia kreatif yang di lakukan oleh Pak Imam  adalah dengan membaca.
Inspirasi itu secara ilmiah bukan berarti ditemukan dengan merenung di bawah pohon atau duduk di pinggir danau sambil melamun. Jika anda ingin menulis, berarti harus banyak baca dulu. Memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.
2. Hambatan terbesar adalah mencari Niche alias topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang lain. Saya lebih sudah menyebutnya sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti, tantangannya adalah mencari reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3. Literasi digital generasi milenial masih sangat minim. Gerakan literasi digital di Indonesia sudah banyak yang mengarah ke penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi, dan lainnya. Justru yang kur…
4. Tips memilih konjungsi yang tepat untuk menghubungkan setiap kalimat dlm satu paragraf dan cara menghubungkan antar paragraf
Konjungsi antar kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya.  Sedangkan, konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya.
               Jadi, dalam pendahuluan, penulis mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel nyambung semuanya.
                Cara membuat  pragraf yg tepat. Praktik menulis paragraf yang tepat,  selalu tanyakan "what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail kenapa, maka jelaskan kenapanya.
Satu lagi, jika apa dan kenapa tidak berfungsi, saatnya berpikir alternatif dengan kata "jika". Yang ini agak susah dijawab dengan tulisan.  Namun bisa sebagai alternatif  penyusunan paragraf
             Tulisan yang baik dan menarik adalah yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan, terutama ini dalam konteks penulisan formal dan akademik.
Tips dan trik:
Perbanyak input: membaca
Berlatih: mencoba sedikit demi sedikit beberapa dasar menulis yang sudah kita pelajari
Menulis: rajin menulis
                  Kata yang benar adalah kata yang digunakan sesuai dengan tujuan dan konteksnya. Kata yang baik adalah kata yang bisa menyampaikan informasi sesuai yang diinginkan oleh penulis sesuai dengan target pembaca. Pemilihannya berati disesuaikan dengan tujuan, konteks, dan target pembaca.
                Kalimat campuran adalah gabungan dari kalimat gabungan dan kalimat kompleks. In rumusnya: Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya.  Jika sudah sesuai dengan kaidah di atas, kalimat campuran akan baik. Silakan lihat contoh pada materi di blog.
            Seperti semangat yang selalu disampaikan Omjay, menulis saja terus dan buktikan apa yang terjadi. Yang lebih penting, temukan motivasi internal dalam diri kenapa harus menulis. Kalau motivasi internal sudah kuat, gak peduli kata orang, menulis tetap jalan terus. Jika kita sendiri sudah suka dengan tulisan sendiri, itu sudah jauh dari cukup ketimbang ambil hati komen orang lain.
             Dalam beberapa bentuk paragraf, yang  lebih efektif digunakan, deduktif atau induktif
Dalam penulisan formal dan akademik, paragraf deduktif lebih efektif dan sangat disarankan.
Seperti semangat yang selalu disampaikan Omjay, menulis saja terus dan buktikan apa yang terjadi. Yang lebih penting, temukan motivasi internal dalam diri kenapa harus menulis. Kalau motivasi internal sudah kuat, gak peduli kata orang, menulis tetap jalan terus.
Jika kita sendiri sudah suka dengan tulisan sendiri, itu sudah jauh dari cukup ketimbang ambil hati komen orang lain.
.  Menulis yg kreatif tdk datang di bawah pohon, ttp dg merenung melihat fenomena barangkali ide ada di situ, awal sy bingung sekali krn pengalaman sy menulis artikel scopus berlatar blkng dasar teori yg mengkerucut, nahh pertanyaan saya, yg mana yg dikatakan menulis itu mudah jika tdk punya dasar literasi yg cukup
            Menulis personal seperti update status dan lainnya mudah. Menulis formal seperti menulis berita dan laporan dormal membutuhkan dasar literasi yang cukup. Menulis akademik seperti menulis laporan penelitian dan artikel jurnal membutuhkan dasar literasi yang tinggi.
Ada yang bilang, tidak ada yang baru selama masih berada di bawah sinar matahari, jadi segala kebaruan (inovasi) yang ada pasti ada silsilahnya ke belakang, maka studi pendahuluan paling tidak dengan systematic literature review harus dilakukan. Apalagi menulis untuk jurnal Scopus, novelty-nya harus kuat. Untuk menyatakan bahwa tulisan punya kebaruan, tidak bisa hanya dengan klaim semata, tetapi harus dengan pembuktian dari apa yang sudah dilakukan oleh penelitian sebelumnya ternyata belum menyentuk pada fokus penelitian yang kita lakukan.
              Cara yang sudah disampaikan oleh Om Bud kemarin itu out-of-the-box banget dalam mencari dan mendokumentasikan ide. Laporan dalam konteks pekerjaan memang harus dengan diksi yang formal untuk menunjukkan profesionalitas. Kedekatan personal dalam konteks kerja profesional justru menjadi hal yang kurang pas. Bisa saja dekat secara personal, namun untuk urusan laporan kerja tetap formal. Diksi yang salah membuat kalimat susah dipahami dan bisa berujung pada miskomunikasi.

LATIHAN
Latihan 1:
Bapak dan Ibu, paragraf ini belum memiliki kalimat topiknya. Jadi kasihan, anak kalimatnya tidak memiliki induk kalimat. Minta tolong untuk dibuatkan kalimat topiknya kemudian ditaruh sebagai kalimat pertama pada paragraf tersebut.

                Cara efektif mencegah corona. Tetap di rumah saja dinilai sebagai salah satu cara yang paling efektif. Menggunakan masker ketika terpaksa harus bepergian dan selalu menjaga jarak dengan orang lain merupakan cara lainnya. Senantiasa jaga stamina dengan istirahat yang cukup juga dapat dilakukan untuk menjaga imun tetap baik sehingga tidak rentan tertular.

Latihan 2:
Paragraf ini baru ada kalimat topiknya. Mohon tambahkan minimal 3 kalimat penjelas:
               Pendemi koronavirus mengubah pola orang dalam bersosialiasi, bekerja, dan belajar di Indonesia. Dengan adanya corona maka cara bersosialisasi dengan orang lain saat ini harus melalui  online, baik bekerja maupun cara belajar. Semua memanfaatkan internet. Hal ini dimaksudkan agar dapat mencegah penyebaran virus korona. Semua orang diharapkan mematuhi protokoler tersebut agar penyebaran virus korona itu dapat terputus. Hal ini menyebabkan pola hidup orang menjadi berubah. Mereka harus berada di rumah. Yang menjadikan secara sosial ekonomi akan berubah. Penghasilan berkurang sementara pengeluaran semakin bertambah. Sehingga harus menerapkan pola hidup sederhana. Semua orang harus menguasai internet. Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orangtua harus menguasasi internet. Orangtua yang dulu hanya sebagai  ibu tumah tangga, sekarang harus merangkap menjadi guru. Guru yang dulu cukup memberi tugas kepada anak secara langsung, kini harus memberi pelajaran memalui internet, memantau, dan membimbing muridnya. Dulu apabila kerja hanya sampai jam 14.00 siang, sekarang harus membimbing sampai malam, bahkan terkadang sampai jam 24.00. Belum lagi siswanya juga bertambah, yaitu orangtua siswa. Karena selain menjelaskan materi kepada siswa mereka juga harus menjelaskan “mendiklat” kepada orangtuanya juga.


Latihan 3:
Buat satu paragraf dengan tema bebas. Kalimat topik harus memiliki  ide pengontrol. Paragraf memiliki setidaknya 3 kalimat penjelas yang mendukung atau menjelaskan lebih lanjut ide pengontrol.
Hasil paragraf yang saya buat.
Kecewa
            Hari Rabu kemaren saya mengajar melalui aplikasi zoom. Yang mengikuti pembelajaran sekitar 10 siswa. Sebenarnya siswanya ada 15, namun karena terbatasnya jaringan, mengingat siswanya ada yang ada di pelosok, sehingga tidak bisa mengikutinya. Saya bertindak sebagai mentor dalam pembelajaran tersebut. Saya mengajar mata pelajaran Matematika kelas 6. Saya menjelaskan kepada siswa tentang materi  volume dan luas permukaan bangun ruang. Sebenarnya materi ini sudah pernah saya ajarkan. Mengingat hari ini adalah hari pertama menggunakan aplikasi zoom, jadi saya mengambil materi yang sudah pernah saya ajarkan secara offline, agar siswa tidak kesulitan untuk menyesuaikan dengan aplikasi zoom, yang tentu saja hal  baru bagi siswa. Di akhir pembelajaran saya memberi tugas kepada siswa dengan menggunakan aplikasi google form. Saya uploud latihan tersebut melalui WA. Harapan saya anak-anak mengerjakan dengan hasil yang sangat baik, karena bisa dibantu oleh keluarganya. Kemudian saya tunggu hasil pekerjaan siswa. Namun apa yang terjadi, sampai hari ini hanya 3 siswa yang sudah mengirim latihannya. Mungkin  inikah dampak ditiadakannya ujian sekolah? Yaah…meski kecewa juga, tapi aku berusaha memakluminya.

Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif


Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...