Pemandangan dari student dormitory
RESUME Ke-9: Dasar Menulis: Kata, Kalimat, dan Paragraf
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Terima kasih Mr.BamS atas waktunya dan terima kasih Omjay atas
kesempatan yang diberikan.
Selamat malam waktu Indonesia dan selamat siang Waktu Austria Bapak dan
Ibu peserta menulis.
Apa kabar?
Semoga senantiasa dalam keadaan sehat.
Alhamdulillah, siang ini pukul 14:00 di Austria cuacanya cerah. Seperti
ini pemandangan dari student dormitory saya di lantai 11.
Begitulah Pak Imam Fitri
Rahmadi memulai pembelajaran malam ini. Beliau kemudian memperkenalkan diri.
Beliau adalah dosen Universitas Pamulang yang sekarang sedang kuliah S3 di
Johannes Kepler Universität Linz Austria (2019-sekarang).
Beliau pernah menulis 2 buku
yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ketika masih kuliah S1 di UIN
Jakarta (2018-2013). Pada penghujung kuliah S2 di Universitas Negeri Jakarta
(2016), beliau mulai tertarik untuk
menekuni penulisan akademik. Pada akhirnya, ketika mulai menjadi dosen di Universitas
Pamulang (2017), beliau mengelola
jurnal, menjadi reviewer jurnal kampus lain, dan banyak mengikuti pelatihan
penulisan akademik bahasa Inggris untuk keperluan persiapan studi lanjut ke
luar negeri. [19:13,
4/9/2020]
Beliau juga menunjukkan blognya: tigabelase.wordpress.com,
yang merupakan blog yang kesekian kalinya, berisi tulisan tentang bagaimana
menulis dalam konteks akademik.
Semester ini, beliau mengambil mata kuliah Academic Writing English
untuk belajar lebih lanjut tentang penulisan akademik. Beliau diminta untuk mengisi materi yang sedikit lebih teoretis
tentang dasar menulis.
Pak Imam mulai menyampaikan dasar menulis, meliputi:
pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf. Materi
yang ditulis untuk bisa digunakan bukan hanya untuk penulisan akademik,
tetapi juga untuk penulisan personal dan formal supaya materi dapat bermanfaat
bagi semua peserta pelatihan yang beragam. Beliau menyiapkan tulisan khusus di blog berisi
materi yang dimaksud:
https://tigabelase.wordpress.com/2020/04/06/dasar-menulis-kata-kalimat-dan-paragraf
Beliau membagi sesi selama 120 menit ini menjadi 3
bagian:
1. 30 menit: membaca materi
2. 60 menit: diskusi atau tanya-jawab materi
3. 30 menit: latihan menyusun paragraph
Beliau menyampaikan
cuplikan materi dari blog beliau.
Pemilihan
Kata
Perihal pilihan kata disebut dengan
diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan
bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama.
Cermati tiga kalimat di
bawah ini:
Ibu guru sedang
ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang
berbincang-bincang dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang
berdiskusi dengan kepala sekolah
Berbeda satu kata saja
dapat merubah rasa dari kalimat.
Penulisan
Kalimat
Kalimat terdiri dari kalimat
sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat
kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.
Contoh kalimat
Sederhana:
Saya membaca tulisan
di blog
Gabungan:
Saya membaca tulisan
di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis
kalimat.
Kompleks:
Saya membaca tulisan
di blog ketika sedang bekerja dari rumah.
Campuran:
Saya membaca tulisan
di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika
sedang bekerja dari rumah.
Penyusunan
Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang
mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan
utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai
detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah
dipahami, susun paragraf deduktif.
Gunakan bentuk kalimat sederhana
untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah
pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap
kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat
gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar
kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.
Kemudian beliau meminta membaca
materi di blognya. Tiga puluh kemudian adalah sesi diskusi.Hasil diskusi adalah
sebagai berikut.
1. Proses dan rahasia
kreatif yang di lakukan oleh Pak Imam adalah dengan membaca.
Inspirasi itu secara
ilmiah bukan berarti ditemukan dengan merenung di bawah pohon atau duduk di
pinggir danau sambil melamun. Jika anda ingin menulis, berarti harus banyak
baca dulu. Memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.
2. Hambatan terbesar
adalah mencari Niche alias topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang
lain. Saya lebih sudah menyebutnya sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti,
tantangannya adalah mencari reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3. Literasi digital
generasi milenial masih sangat minim. Gerakan literasi digital di Indonesia
sudah banyak yang mengarah ke penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi,
dan lainnya. Justru yang kur…
4. Tips memilih
konjungsi yang tepat untuk menghubungkan setiap kalimat dlm satu paragraf dan cara
menghubungkan antar paragraf
Konjungsi antar kalimat
dipilih berdasarkan jenis kalimatnya. Sedangkan,
konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya.
Jadi, dalam pendahuluan, penulis
mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis
mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan
ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel nyambung
semuanya.
Cara membuat pragraf yg tepat. Praktik menulis paragraf
yang tepat, selalu tanyakan
"what/why" apa atau kenapa dari kalimat topik. Jika kalimat topik
membutuhkan detail apa, maka jelaskan apanya. Jika kalimat topik butuh detail
kenapa, maka jelaskan kenapanya.
Satu lagi, jika apa dan
kenapa tidak berfungsi, saatnya berpikir alternatif dengan kata
"jika". Yang ini agak susah dijawab dengan tulisan. Namun bisa sebagai alternatif penyusunan paragraf
Tulisan yang baik dan menarik
adalah yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan, terutama ini dalam konteks
penulisan formal dan akademik.
Tips dan trik:
Perbanyak input: membaca
Berlatih: mencoba
sedikit demi sedikit beberapa dasar menulis yang sudah kita pelajari
Menulis: rajin menulis
Kata yang benar adalah kata
yang digunakan sesuai dengan tujuan dan konteksnya. Kata yang baik adalah kata
yang bisa menyampaikan informasi sesuai yang diinginkan oleh penulis sesuai
dengan target pembaca. Pemilihannya berati disesuaikan dengan tujuan, konteks,
dan target pembaca.
Kalimat campuran adalah gabungan dari
kalimat gabungan dan kalimat kompleks. In rumusnya: Kalimat gabungan dibuat
dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and
(dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga).
Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when
(ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although
(meskipun), while (sementara), dan lainnya.
Jika sudah sesuai dengan kaidah di atas, kalimat campuran akan baik.
Silakan lihat contoh pada materi di blog.
Seperti semangat yang selalu
disampaikan Omjay, menulis saja terus dan buktikan apa yang terjadi. Yang lebih
penting, temukan motivasi internal dalam diri kenapa harus menulis. Kalau motivasi
internal sudah kuat, gak peduli kata orang, menulis tetap jalan terus. Jika
kita sendiri sudah suka dengan tulisan sendiri, itu sudah jauh dari cukup
ketimbang ambil hati komen orang lain.
Dalam beberapa bentuk paragraf,
yang lebih efektif digunakan, deduktif
atau induktif
Dalam penulisan formal
dan akademik, paragraf deduktif lebih efektif dan sangat disarankan.
Seperti semangat yang
selalu disampaikan Omjay, menulis saja terus dan buktikan apa yang terjadi. Yang
lebih penting, temukan motivasi internal dalam diri kenapa harus menulis. Kalau
motivasi internal sudah kuat, gak peduli kata orang, menulis tetap jalan terus.
Jika kita sendiri sudah
suka dengan tulisan sendiri, itu sudah jauh dari cukup ketimbang ambil hati
komen orang lain.
. Menulis yg kreatif tdk datang di bawah pohon,
ttp dg merenung melihat fenomena barangkali ide ada di situ, awal sy bingung
sekali krn pengalaman sy menulis artikel scopus berlatar blkng dasar teori yg
mengkerucut, nahh pertanyaan saya, yg mana yg dikatakan menulis itu mudah jika
tdk punya dasar literasi yg cukup
Menulis personal seperti update
status dan lainnya mudah. Menulis formal seperti menulis berita dan laporan
dormal membutuhkan dasar literasi yang cukup. Menulis akademik seperti menulis
laporan penelitian dan artikel jurnal membutuhkan dasar literasi yang tinggi.
Ada yang bilang, tidak
ada yang baru selama masih berada di bawah sinar matahari, jadi segala kebaruan
(inovasi) yang ada pasti ada silsilahnya ke belakang, maka studi pendahuluan
paling tidak dengan systematic literature review harus dilakukan. Apalagi
menulis untuk jurnal Scopus, novelty-nya harus kuat. Untuk menyatakan bahwa
tulisan punya kebaruan, tidak bisa hanya dengan klaim semata, tetapi harus
dengan pembuktian dari apa yang sudah dilakukan oleh penelitian sebelumnya
ternyata belum menyentuk pada fokus penelitian yang kita lakukan.
Cara yang sudah disampaikan oleh
Om Bud kemarin itu out-of-the-box banget dalam mencari dan mendokumentasikan
ide. Laporan dalam
konteks pekerjaan memang harus dengan diksi yang formal untuk menunjukkan
profesionalitas. Kedekatan personal dalam konteks kerja profesional justru
menjadi hal yang kurang pas. Bisa saja dekat secara personal, namun untuk
urusan laporan kerja tetap formal. Diksi yang salah membuat kalimat susah
dipahami dan bisa berujung pada miskomunikasi.
LATIHAN
Latihan
1:
Bapak dan Ibu, paragraf
ini belum memiliki kalimat topiknya. Jadi kasihan, anak kalimatnya tidak
memiliki induk kalimat. Minta tolong untuk dibuatkan kalimat topiknya kemudian
ditaruh sebagai kalimat pertama pada paragraf tersebut.
Cara efektif mencegah corona. Tetap
di rumah saja dinilai sebagai salah satu cara yang paling efektif. Menggunakan
masker ketika terpaksa harus bepergian dan selalu menjaga jarak dengan orang
lain merupakan cara lainnya. Senantiasa jaga stamina dengan istirahat yang
cukup juga dapat dilakukan untuk menjaga imun tetap baik sehingga tidak rentan
tertular.
Latihan
2:
Paragraf ini baru ada
kalimat topiknya. Mohon tambahkan minimal 3 kalimat penjelas:
Pendemi koronavirus mengubah
pola orang dalam bersosialiasi, bekerja, dan belajar di Indonesia. Dengan adanya corona maka cara bersosialisasi dengan
orang lain saat ini harus melalui online, baik bekerja maupun cara belajar.
Semua memanfaatkan internet. Hal ini dimaksudkan agar dapat mencegah penyebaran
virus korona. Semua orang diharapkan mematuhi protokoler tersebut agar
penyebaran virus korona itu dapat terputus. Hal ini menyebabkan pola hidup
orang menjadi berubah. Mereka harus berada di rumah. Yang menjadikan secara
sosial ekonomi akan berubah. Penghasilan berkurang sementara pengeluaran
semakin bertambah. Sehingga harus menerapkan pola hidup sederhana. Semua orang
harus menguasai internet. Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orangtua harus
menguasasi internet. Orangtua yang dulu hanya sebagai ibu tumah tangga, sekarang harus merangkap
menjadi guru. Guru yang dulu cukup memberi tugas kepada anak secara langsung,
kini harus memberi pelajaran memalui internet, memantau, dan membimbing
muridnya. Dulu apabila kerja hanya sampai jam 14.00 siang, sekarang harus
membimbing sampai malam, bahkan terkadang sampai jam 24.00. Belum lagi siswanya
juga bertambah, yaitu orangtua siswa. Karena selain menjelaskan materi kepada
siswa mereka juga harus menjelaskan “mendiklat” kepada orangtuanya juga.
Latihan
3:
Buat satu paragraf
dengan tema bebas. Kalimat topik harus memiliki ide pengontrol. Paragraf memiliki setidaknya 3
kalimat penjelas yang mendukung atau menjelaskan lebih lanjut ide pengontrol.
Hasil paragraf yang saya
buat.
Kecewa
Hari Rabu
kemaren saya mengajar melalui aplikasi zoom. Yang mengikuti pembelajaran
sekitar 10 siswa. Sebenarnya siswanya ada 15, namun karena terbatasnya
jaringan, mengingat siswanya ada yang ada di pelosok, sehingga tidak bisa
mengikutinya. Saya bertindak sebagai mentor dalam pembelajaran tersebut. Saya
mengajar mata pelajaran Matematika kelas 6. Saya menjelaskan kepada siswa
tentang materi volume dan luas permukaan
bangun ruang. Sebenarnya materi ini sudah pernah saya ajarkan. Mengingat hari
ini adalah hari pertama menggunakan aplikasi zoom, jadi saya mengambil materi
yang sudah pernah saya ajarkan secara offline, agar siswa tidak kesulitan untuk
menyesuaikan dengan aplikasi zoom, yang tentu saja hal baru bagi siswa. Di akhir pembelajaran saya
memberi tugas kepada siswa dengan menggunakan aplikasi google form. Saya uploud
latihan tersebut melalui WA. Harapan saya anak-anak mengerjakan dengan hasil
yang sangat baik, karena bisa dibantu oleh keluarganya. Kemudian saya tunggu
hasil pekerjaan siswa. Namun apa yang terjadi, sampai hari ini hanya 3 siswa
yang sudah mengirim latihannya. Mungkin inikah dampak ditiadakannya ujian sekolah?
Yaah…meski kecewa juga, tapi aku berusaha memakluminya.
Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama Blog: Ragil Cah Kreatif

No comments:
Post a Comment