RESUME
KE-8
Selasa,
7 April 2020
Materi malam ini adalah “Menulis Tanpa Ide”, yang dibawakan oleh
Bapak Budiman Hakim. Beliau menjelaskan bahwa orang sering memanggilnya Om Bud.
Malam ini moderator yang ditunjuk adalah Bapak Bambang. Tepat pukul 19.12 Pak
Bambang mempersilakan Om Bud untuk menyampaikan materinya.
Beliau menjelaskan bahwa “MENULIS TANPA IDE” sebenernya adalah judul
buku miliknya yang terbaru. Dan materi yang akan dibawakan adalah salah satu
bab yang terdapat dalam buku ini. Beliau memulai dengan pertanyaan bagimana menentukan
sebuah tulisan itu menarik atau tidak. Mudah saja!
Tulisan yang bagus adalah yang
mampu menggugah EMOSI pembacanya. Cara menilainya cuma dengan 1 pertanyaan:
Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak. Artinya ketika
orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah
EMOSI pembacanya. Jadi kata kuncinya
adalah ‘EMOSI’.
Kesimpulannya
adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI
dalam cerita itu. Sayangnya pelaksanaannya ternyata tidak semudah itu.Ketika
kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide.Orang-orang banyak yang
mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block.
Nah,
untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya sangat sederhana. Caranya tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan
kita sehari-hari. Metode ini disebut dengan CERPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting
adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling
kita.
Meskipun ceritanya sepele tapi
ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi
kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya,
bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING.
Kalo kalian menuliskan
dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian
bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu
cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting
= Cerita Pendek Tidak Penting.
Ceritanya bisa macem-macem. Cari
cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua
rasa yang yang menggugah emosi kita.
Misalnya yang punya anak
kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Iya kan?
Atau kita lagi naik motor
terus keabisan bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke
ATM. Udah jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATMnya rusak.
Ngeselin, kan? TULISKAN! Atau kalian
mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman
remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN! Terserah
apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!
Menulis cerpenting memang
menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo
kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo
kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget. Jika
sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk
menulis. Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya. Gak usah
mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang
menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan
terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan.
Menulis
itu persisi kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu.
Berikut
beberapa contoh cerpenting yang pernah dtulis oleh beliau.
:
CERPENTING #1
BACA
BUKU LOMPAT-LOMPAT
Sedang asyik makan Ifumi di sebuah
resto kecil di Senayan City, tiba-tiba seorang perempuan datang mengagetkan
saya. “Om Bud. Wah, kok bisa ketemu di sini kita,” kata Indri. Dia adalah temen
saya di industri periklanan.
“Hey, Indri. Pakabar lo?”
tanya saya lalu cipika-cipiki dengannya. Dengan cuek Indri langsung bergabung
di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang judulnya
STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.”
“Kok bisa bilang bagus?
Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.
“Belom, sih,” katanya,
“Abis gue bacanya lompat-lompat.”
Saya berhenti menyuap ifumi, memegang
pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo
lompat-lompat ya susah nyelesainnya.”
“HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila
lo!!!”
Coba dibaca dulu ya cerpenting di
atas ya....
Mohon dibuatakan daftar
hadir online
Coba perhatikan cerita
sederhana ini. Sama sekali gak penting. Lucu, kan?
Kalo mau kekinian, cerita
ini bisa kita bikin versi videonya. Maka
jadilah konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll.
CERPENTING
#2
PERCAKAPAN
DI SEBUAH BAR
Saat itu saya sedang berada di sebuah
kafe dan duduk di bar bersama Boni. Karena home band yang main gak bagus,
akhirnya kami memutuskan untuk ngobrol aja ngediskusiin band-band yang kami
suka.
“Eh, Bon. Lo tau Superman
is dead?” tanya saya.
Di luar dugaan Boni
menjawab,
“Hah?
Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni.
Hahahahahahaha…tentu saja
saya ngakak abis mendengar omongannya.
Silakan
dibaca contoh cerpenting di atas. Coba perhatikan cerpenting di atas. Gampang
banget kalo mau dijadikan konten video.
Luar biasa kan manfaat
cerpenting?
Jadi mulai sekarang, setiap kalian
tergugah emosinya, langsung dicatat.
Simpan di laptop.
Kumpulkan dalam satu folder dan beri nama ‘SUMBER IDE’.
Setiap kali kita butuh ide
untuk menulis, kita tinggal buka folder itu. Inspiratif, kan?
Kalo kita mau lebih peka
terhadap apa yang terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya ada banyak yang
bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2.
MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa
kita konversikan menjadi ide. Pernah kan
kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma.
Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya."
Ada lagi yang kalimat yang
mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah
maka kebahagiaan akan datang padamu."
Dan masih banyak lagi
kalimat-kalimat motivasi dengan formulasi kalimat seperti di atas.
Saking banyaknya sampe
saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa
demikian?
PLAK! (Aduh nyamuk banyak
banget nih).
Karena sepanjang
pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide. Dan
setelah saya coba tuliskan rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan
formulasi kalimat-kalimat motivasi di atas.
Bunyinya begini,
"JANGAN MENUNGGU IDE DATANG
LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU."
Persis sama kan formulasi
kalimatnya? Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo
belom ada ide? Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, 'Gue sih mau
nulis tapi belom ada ide nih.' Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!!
Perlu saya tekankan bahwa: IDE ITU
GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING. Persoalannya, cara mancingnya gimana?
Okay saya kasih tau.
Tapi jangan bilang
siapa-siapa ya? Buat kita-kita aja di group ini, nih. Hehehehe....
Caranya begini: Coba
perhatikan sekeliling kalian. Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap
melalui pancaindera.
Kemudian gabungkan dan susun semua
benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa
yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu
supaya ide datang.
Nah, metode menulis tanpa ide ini
sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna. Dia seorang penulis
juga. Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya. Suatu hari dia
mencoba memperaktekkan metode ini. Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan
berniat hendak menulis sesuatu.
Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh
pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
Nah,
metode menulis tanpa ide ini sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna.
Dia seorang penulis juga. Saya menemukan metodenya dan Asep yang
mempraktekkannya.
Suatu
hari dia mencoba memperaktekkan metode ini.
Asep saat itu sedang berada di
kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu. Tapi sayangnya Kang Asep idenya
lagi mandeg. Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi
masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya. Asep memandang ke sekeliling
kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya. Setelah itu dia
menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah
:
1. PRINTER
2. KERTAS
3. DINDING
4. AC
5. JAM
6. LAPTOP
Setelah
itu, Asep mulai mengetik. Dia menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda
tadi. Dan beginilah hasilnya :
"PRINTER warna hitam di depanku
menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong
yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat,
barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM
menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga
detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."
Coba dibaca dulu ya. Dan perhatikan
semua benda yang dipilihnya ditulis dalam kapital.
Teman-teman sekalian. Coba
perhatikan baik-baik. Asep mengaku belum punya ide untuk menulis. Tapi dia
telah memiliki sebuah tulisan yang sangat bagus. Luar biasa, kan?
Satu hal yang perlu
dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan INDERA PENGLIHATAN.
Baru dari mata doang. Asep
telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya.
Padahal kita masih mempunyai indera
penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk
bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk
membuat tulisan pemancing ide. Misalnya kentongan satpam komplek yang sedang
memukul tiang listrik, (pendengaran) bau
Indomie yang sedang dimasak oleh teman kos-kosan kita, (penciuman) rasa kopi
yang ternyata sudah kadaluwarsa, (pengecapan)
rasa jijik ketika seekor
kecoak berjalan di atas kaki kita (perabaan)
Dan masih banyak lagi. Apa yang
dilakukan Asep Herna di atas tentunya dapat dilakukan oleh kita semua. Meskipun
belom punya ide. Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software
WORDS. Taruh jemari kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide
untuk ditulis. Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide
datang.
Cara menulis seperti itu adalah cara
untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas
menjadi tulisan yang menarik. Silakan kalian memperaktekkan metode ini. Kalo bisa semua mencoba ya? Karena sebuah
metode sulit dipahami kalo gak dipraktekin. Setelah Asep mencoba ide tersebut,
saya juga langsung ikut mempraktekannya
Masak yg bikin malah gak
nyoba? Aneh banget dong... Seperti Asep, saya memandang ke sekeliling saya.
Kemudian saya pilih 6 benda yang tertangkap
pancaindera. Kalo bisa pilih 6 benda. Itu jumlah yang ideal. Kalo kurang
takutnya kedikitan. Kalo lebih ntar kita kebingungan sendiri karena kebanyakan.
Dan benda-benda yang saya pilih adalah
Sepatu tua
Kasur
kulkas
Pintu
handuk
Pancuran
Tanpa membutuhkan waktu lama,
mungkin cuma beberapa menit, terciptalah tulisan sebagai berikut ini:
Brak! PINTU kamar tidur kudorong
dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga
langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya
karena letih.
“Aku benci sama kamu!!!”
Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
Aku mencari suara tersebut
ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping
KULKAS.
“Kenapa kok benci?”
tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak kau memiliki sepatu
baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah? Sepatu lamaku cemburu
dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I HATE YOU!!!!!!”””
Dengan cepat aku berdiri
meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari
PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….
Menulis itu sebuah proses.
Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang
harus berlatih. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya
metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.
Kita seperti lagi
melakukan permainan 6 kata. Situasinya fun tapi berpotensi menjelma menjadi
tulisan yang berkualitas master piece. Okay teman-teman, seperti saya bilang di
atas bahwa materi ini hanyalah bab bagian dari buku saya yang berjudul ’Menulis
Tanpa Ide’
Strategi
apa yang harus disiapkan oleh penulis:
Ada banyak variasinya. Kita bisa memakai
kalimat aktif, kalimat pasif. Kita bisa memakai simbol atau metafora. Tugas
berat dalam penulisa ilmiah adalah bagaimana pembaca gak bosen. Dan variasi2 di
ataslah caranya. Pilih dulu topik apa yang harus kita tulis. Saran saya pilih
topik yang paling kita kuasai. Jangan sok pinter menuliskan fiksi ilmiah
padahal kita kurang memahami masalahnya. Pembaca akan kecewa dan bisa jadi kita
dibully habis2an.
Kalo
nulis gak usah pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu aja sampe selesai.
Apakah jadinya 1 halaman atau 100 halaman....itu gak masalah. Yang penting apa
yang ada di dalam hati kita telah terekspresikan sepenuhnya.
Agar tulisan kita menarik
: Banyak. Misalnya kita bisa
memakai kutipan orang lain. Kita bisa memasukkan humor ke salah satu adegan
cerita yang sesuai dengan konteksnya. Dan macam-macam lagi.
Bagaimana mengubah hal remeh yg
terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang menarik, Kalo cerita
remeh tersebut ternyata bisa bikin kita terharu, sedih atau ngakak, pas kita
tuliskan pasti jadinya menarik. Karena cerita yang bagus adalah yg menggugah
emosi. Jadi emosinya udah ada. Kita tinggal menuliskannya doang.
Bagaimana mengubah hal remeh yg
terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang menarik Kalo cerita remeh tersebut ternyata
bisa bikin kita terharu, sedih atau ngakak, pas kita tuliskan pasti jadinya
menarik. Karena cerita yang bagus adalah yg menggugah emosi. Jadi emosinya udah
ada. Kita tinggal menuliskannya doang. Menulis
itu bukan untuk menyenangkan orang lain. Menulis itu adalah untuk menyenangkan
diri sendiri. Kalo orang ternyata suka ya anggap aja itu bonus. Kalau di cerpen ada twist dan di stand
up comedy ada roasting.
Dicerpenting apakah sama ? Itu cuma metode aja. Kalo ternyata
kita menemukan twist yang bagus silakan dipake. Kalo kita merasa itu gak
membuat tulisan kita jadi bagus ya lupakan. Dalam penulisan gak usah dipikirin
rumus-rumus. Karena menulis itu masalah imajinasi. Dan imajinasi itu selalu
ngacak tanpa ada rumusnya.
Mancing ide cukup dengan 2
metode di atas saja. 1. Memanfaatkan emosi. 2, Memancing dengan 6 benda.
Tulisan harus disesuaikan dengan
karakter kita. Biasanya kita suka tergugah emosinya padah hal seperti apa?
Pokoknya kalo kita tergugah emosinya ya tuliskan! Soal jadinya lucu, sedih,
ngeseli, menghibur, marah...biarkan aja jadinya seperti apa. Pokoknya emosinya
terdapat di dalamnya. Dalam
menulis sebuah buku ada tema besar dengan konfliknya. Namun dalam setiap bab
harus ada konflik turunan/konflik yang lebih kecil namun berintegrasi denga
topik besarnya. Itu yang membuat buku kita bagus karena kaya dimensi. Kalo saya, setiap dapet emotional
moment selalu saya tulis di HP.
Di aplikasi Notes Samsung. Nanti
kalo udah di rumah saya pindahin ke laptop dan gabungkan dalam folder 'GUDANG
IDE'. Semua saya kumpulin di sana.
Om Bud
menyimpulkan Kemauan lebih powerfull ketimbang ide. Pointnya bukan keuda2nya. Point adalah
bahwa kita sebagai manusia harus mempunyai creative attitude. Bahwa setiap
hal-hal kecil yg kita tangkap selalu membuat kita terpicu untuk menuliskannya.
Dalam penulisan kita akan
memasuki dua ruangan. Yang satu ruang imajinasi. Yg lain ruang editing. Yg
pertama harus kita masuki adalah ruang imajinasi. Di sini kita harus
berimajinasi sebebas2nya. Lupakan tata bahasa, lupakan norma dan lupakan nilai2
apapun. Setelah cerita selesai ditulis barulah kita masuki ruang editing. Di
sinilah semua tata bahasa dan nilai-nilai tadi kita masukkan. Di sinilah hati
nurani menjadi sensor kita.
Ide itu harus dipancing, apakah
seperti memancing ikan, semakin bagus empan pancingannya, kecenderungan semakin
bagus hasilnya? nulis
kisah nyata, bolehkah disisipkan cerpenting dan memancing emosi Boleh dong. Salah satu fungsi
cerpenting memang untuk diselipkan di sudut-sudut buku kita. Itu adalah cara
memaksa pembaca untuk membaca sampe habis. Karena cerpenting kan sangat
menghibur. Seperti intermezo lah kira2 Melatih
diksi itu masalah jam terbang. Harus latian pelan-pelan. Misalnya ada kalimat
"Kau baluri lukaku dengan doa." Itu diksi yang keren, kan? Seharusnya
kan membaluri luka dengan salep. Lalu didoakan supaya sembuh. Jadi kita bisa
menggunakan kata yang tidak biasa dengan menggunaka kata kerja dari subyek yang
berbeda,
Jangan lupa pada masuk ke
website thewriters.id ya buat sarana latihan kalian. Nanti saya respon di ruang
komen. Pesan Om Bud….
Latihan
Cerpenting: Kibtiyani
Kata
yang terlintas mala mini:
Ø
Laptop
Ø
Lampu
Ø
Segelas
Air Kelapa Muda
Ø
Om
Bud
Ø
6 kata
Ø
Dispenser
Malam ini usai sholat isya’ segera kubuka LAPTOP. Aku tak ingin ketinggalan
materi malam ini. Karena sudah beberapa hari ini saya tidak bisa fokus
mengikuti pembelajaran karena kesehatanku yang kurang baik. Malam ini saya
merasa sudah sehat dan ingin mengikuti materi ini dengan baik. Dan benar saja
materi ini sangat menarik bagi saya. Materi yang disampaikan oleh Om Bud kali
ini memang unik.
Pertama aku membaca judulnya merasa
aneh. Mana mungkin sih menulis kok tanpa ide. Mungkin dari sinilah yang membuat
buku ini menarik dan unik.
Setelah aku ikuti dengan
seksama, ooo ternyata seperti itu yang dimaksud. Bahwa dalam menulis, tulis
saja apa yang kita lihat, dengar, rasakan secara spontan. Jangan menunda. Dari
situlah maka ide akan mengalir begitu saja. Jadi, nulis dulu baru akan ketemu
ide.
Wow…memang benar juga. Contohnya saja
saat ini, begitu aku dapat materi ini, diminta untuk menulis 6 kata di sekitar
kita, dan aku tulis, eee…idenya mengalir begitu saja. Meski mungkin ceritanya
tidak menarik. Karena kurang latihan. Seperti Om Bud bilang juga, bahwa menulis
itu memang perlu banyak latihan. Makanya aku harus pe-de aja. Namanya juga
masih belajar.
Yaap, tiba-tiba LAMPU redup. Mungkin voltasenya turun. Untuklah cuma sebentar,
kemudian normal lagi. Syukurlah aku bisa lanjutin ikut diskusi dengan Om Bud malam
ini. Waah, rasanya letih juga. Haus banget. O…iya, ada SEGELAS AIR KELAPA MUDA, yang sejak tadi menemani aku dalam
menyimak materi OM BUD yang materi
keren banget. Aku terkesan banget dengan trik “6 KATA”-nya. Ternyata benar, saya nulis ini saja mengalir begitu
saja. Biarlah meski nggak nurut aturan, yang penting nulis.
Setelah selesai menyimak belajar
bersama Om Bud, segera aku tutup laptopku. Sebelum istirahat aku menuju dapur
mengambil gelas dan mengambil segelas air di “DISPENSER”, karena ingin minum
air hangat sebelum tidur. Hitung-hitung
agar tidak dehidrasi dan menjaga stamina dengan minum air hangat.
Kibtiyani
UPT
Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar
Nama
Blog: Ragil Cah Kreatif