Monday, March 30, 2020

Menulis 3 Alenia_Gudeg


MENULIS 3 ALENIA


       Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba

             Yogya…yaaap! Kota indah yang syarat budaya.  Ada kenangan yang terselip di sana. Alun-alunnya, rasanya masih terasa sejuk hembusan pepohonannya. Masjidnya yang khas, keratonnya yang indah, malioboro yang eksotik, Pasar Beringharjo yang sarat akan kekhasanan Yogya, dan seniman yang lalu-lalang memperjuangkan kelestarian budayanya, sapa ramah penduduknya yang terlihat santun dan berbudaya…. Semua  terasa seakan kumasih di sana.
           Rasanya  jadi kangen sama Yogya. Setelah 12 tahun yang lalu aku pernah menghirup udaranya  yang sejuk  selama hampir satu tahun. Karena aku tugas belajar, Pendidikan  Sertifikasi di USD (Universitas Sanata Dharma). Apalagi aku kangen dengan makanan khasnya, “gudeg”. Makanan khas Yogya yang sudah termashur. Selain enak harganya pun murah dan terjangkau semua lapisan masyarakat. Sayur gudeg ini dilengkapi dengan telur rebus, krecek, kerupuk rambak, ayam goreng, dan sambel. Rasanya pun begitu khas, pedas, gurih, dan agak manis. “Waah…, kapan ya, aku bisa ke Yogya lagi? Aku kangen dengan warung “California” .  Gudegnya yang paling enak di warung  yang pemiliknya bernama Bu Yuni, itu, hmmm!”
              “Tok…tok…. tok!” Terdengar pintu rumahku di ketuk orang, membuyarkan lamunanku. Bergegas aku membuka pintu. Ternyata tetanggaku membawakan aku sepiring nasi dengan sayur gudeg. Wajahku jadi berbinar. “Waaah…, pucuk dicinta ulam pun tiba”. Sorakku dalam hati, setelah mengucapkan terimakasih kepada tetanggaku.

Penulis : Kibtiyani
UPT Satuan Pendidikan SDN Turi 2 Kota Blitar

RESUME MATERI KE-3



RESUME MATERI KE-3

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
SENIN, 30 MARET 2020
Materi                MEMBANGUN BRANDING MELALUI BLOG DAN MEDSOS
Narasumber       : Namin AB Ibnu Solihin
                             Founder motivatorpendidikan.com

Pertemuan ke-3 Belajar menulis Gelombang 7 ini dimulai pukul 19.00 WIB -21.00 WIB, seperti pertemuan sebelumnya. Narasumber kali ini  adalah Bapak Namin AB Ibnu Solihin Founder motivatorpendidikan.com dengan Materi “Membangun Branding Melalui Blog dan Medsos” .Seperti pertemuan sebelumnya kelas dimulai oleh Om Jay, setelah dipersilahkan oleh Omjay , Pak Namin kemudian menyampaikan Materi.
Beliau mengawali dengan salam dan perkenalan. Belia memperkenalkan diri dengan mengeshare profil beliau yang bisa diakses melalui link  :
https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/
Pak Namin juga menyampaikan bahwa materi juga bisa diakses melalui link :
https:/www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos
Nara Sumber menyampaikan bahwa untuk Membangun Branding memang tidak mudah namun jika kita memiliki niat dan minat yang kuat, maka akan terasa mudah. Pesan-pesan beliau dalam pemaparan materi dapat saya rangkum sebagai berikut
*      Membangun Branding harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki.
*      Membangun Branding tertentu harus punya ilmunya.
*      Membangun Branding melalui Blog juga harus yang sesuai  dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.
*      Konten Blog harus konsisten agar Branding kita sukses.
Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan Tanya jawab, berdiskusi dan sharing pengalaman. Banyak dari peserta yang bertanya dan termotivasi ,sharing Pak Namin lalu menanggapinya satu persatu. Hasil diskusi dapat saya simpulkan sebagai berikut:
*      Membangun branding lewat Blog dan medsos itu harus memiliki ciri khas.
*      Isi blog hendaklah hal yang bermanfaat, juga yang kita sukai, dan sedang diminati oleh pembaca.a
*      Untuk memiliki Blog menarik tips yang bisa dilakukan yaitu:
·         Banyak baca buku
·         Belajar desain grafis
·         Hadirkan template yang mudah dan tidak berat
·         Blognya harus informative
 ·            Pedukan video, gambar dan tulisan
·  Rajinlah membaca blog orang lain yang mungkin akan menambah pengetahuan dan menjadi inspirasi bagi kita. Jadi follower kebaikan dan bisa mencontoh blog-blog yang keren
·            Bahasa dalam blog tidak harus ilmiah.
·            Sebaiknya blog, satu sajaagar Branding Blog dapat terbangun dengan baik.
·            Bagi blogger pemula cari blog yang gratis dahulu, apabila sudah mahir dan brandingnya sudah dikenal, barulah membuat blog yang berbayar.
·            Buatlah keyword setiap postingan tag, label. Keyword diusahakan kata yang sering muncul dalam artikel
    
Di penghujung pertemuan Pak Namin memberi motivasi dan semangat kepada peserta untuk rajin menulis di blog dan membangun branding. Setelah ditutup, kemudian Om Jay membuat tugas untuk membuat Resume yang harus dikirim ke e_mail beliau dan memposting ke Blog masing-masing.


KIBTIYANI
SDN Turi 2 Kota Blitar

Sunday, March 29, 2020

MENCOBA

BELAJAR MEMBUAT LING

LATIHAN MENULIS PENTIGRAF_2


Gara-Gara Ketoprak

Siang itu aku pergi kuliah naik sepeda motor. Suasana saat itu sangat panas. Tenggorokanku rasanya sudah mulai kering dan aku tak dapat menahan haus. Kulihat di pinggir jalan banyak warung yang berjualan makanan. Aku pun membelokkan sepedaku, menuju salah satu warung yang ada di situ. Segera aku memesan minuman kepada pemilik warung.
            “Prakk…! Aduh… bajuku! Gimana ini?” Tiba-tiba sepiring ketoprak yang dibawa seorang pemuda, tumpah di tempat dudukku. Sontak aku kaget.  Pemuda itu minta maaf, tapi aku tidak mempedulikannya. Karena rasanya kesal sekali, masak mau kuliah  bajuku kotor begitu. Mau balik ke rumah tidak mungkin. Terpaksa aku kuliah dengan pakaian kotor . Dalam hati rasanya masih kesal, gara-gara ketoprak aku harus menanggung malu, karena kuliah dengan pakaian kotor.
            Aku segera masuk ke ruang kuliah.  Untuk menyembunyikan bajuku yang kotor, aku pun ambil duduk di bangku paling belakang. Aku cari-cari tempat duduk yang kosong, ternyata sudah penuh. Tiba-tiba seorang  pemuda berdiri, dan memberikan tempat duduknya kepadaku. Aku pun segera duduk. Aku baru tersadar, ternyata yang memberiku tempat duduk adalah orang yang menumpahkan ketoprak di bajuku. Singkat cerita, akhirnya kami pun jadi sepasang kekasih.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Blitar

RESUME PENTIGRAF


RESUME CERPEN TIGA PARAGRAF (PENTIGRAF)

Hari ini Sabtu, tanggal 28 Maret 2020. Materi kedua “Belajar Menulis Gelombang 7 diisi oleh Bunda Rosiana Febriyanti. Materinya semakin menyenangkan, karena masih baru bagi saya. Bersyukur rasanya bisa memiliki kesempatan untuk belajar bersama orang-orang hebat di sini.
Secara rinci materi yang disampaiakn oleh Ibu Rosiana adalah sebagai beriku.
1.      Pentigraf adalah akronim dari cerpen tiga paragraf (alinea). Bukan tiga paragraf yang datar, melainkan ada kesimpulan di akhirnya, bahkan dibumbui dengan akhir yang manis atau menyedihkan.
2.  Menurut DR. Tengsoe Tjahjono, penggagas pentigraf, yang kemudian disebut sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, cerpen tiga paragraf ini merupakan cerita yang utuh. Pentigraf termasuk fiksi mini yang hanya dibatasi 3 paragraf.
3. Ciri-cirinya pentigraf:
1.    Panjang tulisan adalah 3 paragraf
2.    Satu paragraf hanya memiliki satu gagasan pokok.
3.    Secara teknis penulisan di komputer: satu paragraf satu kali ENTER.
4.    Sebagai cerpen, pentigraf memiliki ciri-ciri narasi, yaitu:
A. Alur (ada konfliknya)
B. Tokoh (yang menggerakkan alur)
C. Topik (persoalan yg dialami tokoh)
D. Latar (waktu, tempat, dan suasana)
3.      PROSES KREATIF
Ide bisa diperoleh dari mana saja, terlebih dari pengalaman pribadi. Ide tersebut tidak dituangkan mentah-mentah seperti curahan hati atau menulis berita. Ide dikelola menjadi sebuah cerita baru yang menarik dalam kemasan dan bahasanya. Pentigraf boleh diawali dengan memunculkan konflik atau solusi atau pengenalan karakter tokoh. Endingnya pun beraneka macam. Ada yang membahagiakan, ada yang menyedihkan, ada pula yang twist atau memberikan kejutan.
4.    Dialog dalam pentigraf diminimalkan, diubah dalam bentuk narasi atau deskripsi. Namun, dialog diperlukan juga sebagai bumbu agar cerita tidak hambar sebagai kejutan tak terduga bagi pembaca.
5.    Menurut Dr. Tengsoe, paragraf jangan terlalu panjang dan jangan terlalu banyak percakapan. Dalam paragraf maksimal hanya satu kalimat langsung. Panjang pentigraf sekitar 210 kata. Kalimat langsung pada paragraf kedua cukup satu saja.
6.     Intinya, jangan panjang-panjang, ringkas saja.
7.                     Yang perlu diperhatikan dalam menulis pentigraf adalah keringkasan. Dalam flash fiction termasuk pentigraf adalah  meringkas sebuah cerita ke dalam sebuah kotak kecil yang imut dan menarik hati.

STRUKTUR CERITA
8.                               Struktur sebuah pentigraf adalah permulaan, tengah, dan penutup. Setiap bagian ini isilah dengan pembeda. Kisah harus terus bergerak maju lengkap dengan konfilk dan resolusi.
9.                       Paragraf kedua berisi alur, di dalamnya konflik yang dialami tokohnya. Hanya adasatu kalimat langsung. Dialog lainnya dinarasikan saja.
Paragraf ketiga berupa resolusi atau kesimpulan. Ada twist di akhir kisah. Ini bumbu rahasia Anda. Di paragraf terakhir buatlah kesimpulan yang menarik dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pembaca. Ada twist atau kejutan di akhir kisah, inilah bumbu rahasia Anda. Ada kejutan yang tidak terduga. Hal ini bisa membuat orang ingin membaca lagi dari awal.
1             
              Materi selanjutnya adalah Penggunaan ejaan yang benar.Dalam menulis harus memperhatikan ejaan yang baik dan benar
1                 
                     Setelah penyampaian materi, Bu Rosiana membuka sesi Tanya jawab danta peserta untuk mencoba menulis pentigraf.
Kesimpulan isi Tanya jawab sebagai berikut.
a.    Perbedaan cerita untuk orang dewasa dengan anak-anak adalah Untuk cerita yang lebih dewasa menggunakan bahasa yang kompleks. Selain itu, dari segi alur cerita juga mempunyai perbedaan. Sedangkan alur cerita anak lebih sederhana. Biasanya, alur cerita anak memunculkan konflik yang kecil dan sederhana pula.
b.    Setiap penulis memang biasanya memiliki ciri khasnya sendiri dalam membuat sebuah cerita. Dengan berlatih lebih banyak maka anda akan menemukan cara yang tepat dalam menulis cerita. Intinya harus sering berlatih.
c.    Dalam menulis paragarf tidak ada batasan kalimat, patokannya kalimat ringkas, minim dialog, hanya ada patokan jumlah paragraf harus 3.
d.    Konflik ada di paragraf kedua. Di sini bisa kita sisipkan satu kalimat langsung saja . Paragraf pertama dan kedua berupa narasi (tanpa dialog)
e.    Penulis bisa menjadikan pengalamannya sebagai ide menulis sehingga banyak pula orang mengira kalau isi cerita kisah nyata. Padahal, yang namanya cerita fiksi itu tidak murni kisah nyata.
Sambil menjawab pertanyaan,  Bu Rosiana memberikan komentar tentang pentigraf yang dibuat oleh peserta.
Rasanya semakin semangat dan bangga bisa ikut kelas ini, Alhamdulillah.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Kota Blitar Jawa Timur.

RESUME MENULIS 3 ALENIA

MENULIS 3 ALENIA
RESUME
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
HARI KE-1 (KAMIS, 26 MARET 2020)

            Pembelajaran hari pertama diisi oleh Om Jay. Pelajaran dimulai pukul 19.00. kami diberi tugas untuk menulis 3 alenia dengan diberi stimulus sepiring siomay. Kami pun menulis dan mengirim via WA Om Jay. Om Jay mengirim tulisan kami di grup “Belajar Menulis Gel 7”. Dari sini saya mulai salut sama Om Jay, yang meluangkan waktu untuk kami, dengan mengirim tulisan peserta ke grup, tentu ini bukan hal yang mudah, memerlukan waktu dan kesabaran. Apalagi jumlahnya tidak sedikit, tapi ratusan. 
            Terlepas dari itu, tentu Om Jay memiliki tujuan, mengapa tulisan dikirim ke grup. Agar kami dapat belajar dari membaca tulisan teman-teman dan bisa saling koreksi diri sendiri bagaimana kita harus menulis. Ternyata dari gambar satu piring siomay, akan muncul banyak tulisan yang berbeda satu dengan yang lain, gayanya pun juga bermacam-macam. Wow….banyak pengalaman yang saya dapat dari membaca hasil tulisan teman-teman. Ternyata tulisannya luar biasa semua. Sepertinya peserta kebanyakan bukan pemula, tapi memang sudah banyak pengalaman dalam menulis. Saya jadi semakin ingin belajar di sini.
            Setelah kami sebagian besar sudah mengirim tulisan, sesi selanjutnya adalah Tanya jawab. Dari sini saya juga banyak belajar dari jawaban-jawaban yang diberikan Om Jay.
Kesimpulan yang dapat saya petik dari pembelajaran pertama adalah dalam menulis yang  harus diperhatikan adalah tiga hal, yakni pembukaan, isi, dan penutup. Itulah mengapa Om Jay mengambil topic di hari pertama adalah “Menulis 3 Alania”
Ternyata ada maksudnya bahwa dalam menulis apa pun maka kita tidak boleh lupa 3 hal:
Pertama                 : Pembukaan
Kedua                   : Isi
Ketiga                   : Penutup

Makin penasaran saja untuk pembelajaran hari ke dua?????


Kibtiyani
SDN Turi 2 Kota Blitar

LATIHAN MENULIS PENTIGRAF_1


LATIHAN MENULIS PENTIGRAF 1


Aku Rindu Rumah-Mu

         Sejak November 2019 lalu, tiba-tiba makhluk mungil yang tak kasat mata telah dikirimkan oleh Tuhan sebagai tentara-tentara yang menyerang dan menyebar di seluruh dunia. Makhluk kecil itu tiba-tiba popular, bahkan melebihi artis dunia. Dialah yang setiap saat disebut-sebut oleh manusia di seluruh dunia, yaitu Korona. Bentuknya memang tak kasat mata, tapi siapa yang tak takut dengannya?

        Setiap daerah yang dinyatakan terpapar virus ini, dinyatakan lockdown. Bekerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah. Demikian juga di kampung Tirai Bambu, desaku. Beberapa orang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan), dan bahkan ada yang sudah meninggal akibat makhluk kecil yang bernama Korona ini. Hal ini menyebabkan di kampung ini dilarang untuk sholat di Masjid, yang sebelumnya masih boleh jamaah di masjid, tetapi dengan diberi jarak satu meter tiap jamaah dalam shof sholatnya. Hal ini menjadikan kampung Tirai Bambu ini semakin mencekam. Tak ada  yang berani keluar rumah, bahkan untuk belanja kebutuhan sehari-hari mengandalkan jasa ojek online. Gang-gang rumah yang dulu ramai dengan anak-anak bermain, kini menjadi lengang. Tak terkecuali Masjidnya, sekarang sangat sepi. Meski setiap wakttu tetap mengumandangkan adzan, namun jamaahnya sudah lengang.

           Senja ini saya mencoba duduk di teras rumah, untuk menghilangkan rasa bosan karena sudah hampir dua pekan berada di rumah. Tak terasa terdengar kumandang adzan magrib. Tak terasa air mataku menetes. “Yaa, Robb, aku rindu bersujud di rumah-Mu!” Gumamku dalam hati.

Kibtiyani, SDN Turi 2 Blitar

Menulis 3 Alenia_3



Persahabatan
             Pada umumnya orang memiliki hewan peliharaan. Bahkan hewan peliharaan tersebut bisa  menjadi binatang kesayangan. Demikian halnya dengan keluargaku. Kami sekeluarga memiliki hewan kesayangan , yaitu kucing.
Pernah suatu saat kucing kami sampai berjumlah 9 ekor. Meski agak ribet juga,  tapi kami senang. Karena mereka lucu- lucu dan menggemaskan. Tiap pulang sekolah atau pulang kerja mereka sudah menunggu di depan teras. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan kami. Namun suatu hari satu per satu kucing kami mati dan ada yang hilang entah ke mana. Sekarang ini kucing kami tinggal satu. Warnanya hitam, namanya Piko. Dia adalah kucing penurut dan tidak pernah mencuri makanan, meski di meja ada makanan kesukaannya.
              Beberapa hari lalu ada tetangga baru depan rumah yang juga memilikj kucing. Tapi kucingnya itu lebih senang bermain ke rumahku bersama Piko,  kucingku. Piko senang karena ada temannya. Anehnya mereka bisa akur, padahal baru kenal,  dan sama2 kucing jantan. Mereka sering bermain bersama,  makan bersama di rumahku. Sepertinya kucing tetangga sudah enggan pulang ke rumahnya. Namun kucing tetanggaku ini sedikit bandel,  kalau di keluarkan dari rumah dia tidak mau. Jadi harus digendong,  baru bisa dikeluarkan dari rumah. Kadang2 dia juga pulang ke rumahnya,  tapi jarang sekali Dan suka datang kembali ke rumahku.Sepertinya Piko sudah bersahabat dengan kucing tetanggaku,   belakangan ini kami ketahui namanya adalah Poni.
              Ternyata kucing juga punya naluri berteman seperti kucing di rumahku. Itulah kenyataannya,  kucingku bersahabat dengan kucing tetanggaku.

Kibtiyani
SDN Turi  2 Blitar.

Menulis 3 Alenia_1


SIOMAY

Siomay merupakan makanan yang digemari oleh masayarakat  di sekitar kotaku. Terutama anak-anak muda banyak yang menyukai makanan ini. Termasuk anak saya  juga sangat menyukai makanan ini. Siomay juga mudah didapat, karena banyak yang menjualnya.  Hampir di beberapa tempat yang ramai, ada yang menjual makanan ini. Siomay banyak dijual di  pingiran jalan dan di sekitar alon-alon dengan menggunakan gerobak.
Anak saya sering membeli siomay yang di dekat alon-alon. Katanya di situlah yang paling enak. Penjualnya adalah orang yang berasal dari Bandung. Memang kebanyakan penjual siomay berasal dari Bandung.
Walaupun begitu terkenal di Indonesia, siomay sebenarnya bukan makanan khas Indonesia. Siomay diduga berasal dari Mongolia Dalam. Di Indonesia, siomay umumnya dibuat dari ikan tenggiri. Ikan ini dianggap menjadi bahan paling cocok dan paling enak untuk dibuat menjadi siomay. Selain ikan tenggiri, siomay juga dibuat dari ayam, udang, dan kepiting. Siomay biasanya dimakan dengan beberapa campuran bahan makanan, seperti kentang, kubis, telur ayam rebus, dan tahu. Kemudian disiram Bumbu kacang dan  ditambahkan juga dengan kecap dan perasan limau.


Kibtiyani, SDN Turi 2 Kota Blitar

Menulis 3 Alenia_2

Royalty Akherat

Anak adalah anugerah terindah dalam sebuah keluarga. Dia adalah amanah yang dititipkan Tuhan kepada kita. Dialah yang menjadi buah hati bagi orang tua. Kasih sayang dan cinta akan tercurah kepada buah hati kita.
Tak terkecuali dengan bayi dalam foto itu. Apalagi dia terlihat cantik, imut, dan sehat. Pastilah orangtuanya sangat bahagia memiliki bayi tersebut. Harapan yang terindah dari orangtua, tentu tidak hanya cantik wajahnya, tapi juga hatinya. Harapan yang terdalam pasti menginginkan bayinya kelak akan menjadi anak yang sholihah atau sholih. Yang bisa menyejukkan hati keluarga. Anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.
Karena itulah sepatutnya jika orang tua akan merawat, mendidik, membimbing dengan penuh kasih dan cinta sampai dia menjadi dewasa. Karena dialah  kekayaan yang tak terbatas nilainya. Dia juga akan menjadi aset/royalty bagi orang tua di dunia bahkan di akhirat jika dia menjadi anak  yang sholihah/ sholih.

Kibtiyani, 
SDN Turi 2 Blitar, Jatim

Puisi Anak

Not Young Again

  Tersentak dan tersadar, ternyata tak lagi muda. Sudah setengah abad lebih usiaku. Selama ini masih saja merasa amat muda. Semangat bekerja...